Breaking News:

Pengamat UINSU Sebut Bobby Nasution Harus Mampu Keluarkan Kota Medan dari Predikat Kota Terjorok

Sosiolog Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Rholand Muary mengatakan, Pemerintah Kota Medan harus mampu keluar dari predikat

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Wali Kota Medan Bobby Nasution usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Medan, Senin (23/8/2021). Terkait apakah dilakukan perpanjangan PPKM Level 4 atau tidak, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengaku masih menunggu keputusan Pemerintah Pusat.(TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA) 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sosiolog Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Rholand Muary mengatakan, Pemerintah Kota Medan harus mampu keluar dari predikat kota "terjorok". Jadi, sarana dan prasarana harus disediakan agar masyarakat bisa meningkatkan kebersihan. 

"Saya nilai kebijakan Bobby Nasution sudah tepat, karena dalam penanganan sampah harus dilaksanakan mulai dari hulu ke hilir. Mulai dari sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga sampai pembuangan akhir. Apalagi sarana dan prasarana juga akan ditingkatkan tentunya ini akan semakin efektif untuk penanganan kebersihan mengingat sampah yg dihasilkan dari rumah tangga juga banyak," katanya. 

Selain itu, kata dia, kewenangan kebersihan yang dipegang kecamatan dinilai bisa memudahkan pihak kecamatan untuk mengecek lingkungan warga. Jadi, bila terdapat masalah kebersihan bisa cepat direspon. 

Karena itu, kinerja petugas kebersihan harus benar benar diperhatikan serta adanya edukasi untuk masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Lalu, pengelolaan sampah yang bagus. 

"Saya kira hal yang penting juga adalah memberikan edukasi kepada masyarakat,  bagaimana bisa mengelola sampah menjadi nilai guna pakai dan nilai ekonomi yang tidak semua harus berakhir di tempat pembuangan sampah," ujarnya. 

Lebih lanjut, ia meminta Pemerintah Kota Medan untuk menerapkan sanksi secara tegas bagi warga yang membuang sampah sembarangan. Sanksi itu sebenarnya sudah diatur dalam perwal. Sebab, tidak mungkin warga akan patuh serta menjaga kebersihan apabila tidak ada penerapan aturannya secara tegas. 

"Penanganan sampah di Kota Medan, tidak bisa menjadi urusan pemerintah saja namun peran serta masyarakat juga dibutuhkan. Artinya kebutuhan dalam penanganan kebersihan khususnya sampah perlu kolaborasi untuk mendapatkan predikat Adipura sebagai kota yang bersih," katanya. 

Sedangkan, Camat Medan Johor, Zul Fahri Ahmadi menyampaikan, setelah pelimpahan kewenangan pihaknya terus bergerak cepat dapat menangani kebersihan khususnya sampah dengan mengerahkan semua personil Bestari, melati dan P3SU Kecamatan. Mereka menyisir sampah mulai dari jalan- jalan protokol sampai ke dalam Gang- gang kecil di pemukiman warga. 

"Upaya ini kami lakukan karena disaat malam hari masih ada sampah yang dikeluarkan masyarakat maupun sampah liar yang dibuang pengguna jalan. Penyisiran ini dilakukan mulai dari pukul 19:00 sampai 00:00 Wib," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa untuk penanganan sampah di tingkat lingkungan, pihaknya juga telah membuat posko, khususnya di titik-titik yang sering adanya penumpukan sampah. Hal ini dilakukan guna mengetahui siapa warga yang membuang sampah sembarangan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved