Breaking News:

Dampak Cuaca Buruk

Sedihnya Para Petani Deliserdang, Puluhan Hekatre Sawah Rusak Diterjang Hujan dan Angin Kencang

Puluhan hektare sawah di Kabupaten Deliserdang rusak akibat diterpa hujan deras dan angin kencang

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Array A Argus

TRIBUN-MEDAN.COM,DELISERDANG-Para petani padi di Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang cuma bisa pasrah dan menghela nafas dalam-dalam.

Sebab, puluhan hektare lahan pertanian milik petani rusak diterjang hujan dan angin kencang.

Menurut laporan, adapun wilayah terdampak cuaca buruk yakni Desa Dalu A, Desa Dalu X B dan Desa Wonosari. 

Supriadi, petani di Desa Dalu X B mengatakan, padi mereka mulai tumbang saat turun hujan pada Minggu (22/8/2021) malam.

Baca juga: Wahyono, Petani dari Asahan Ini Pilih Bersepeda 30 Km ke Kota Tanjungbalai di Hari Kemerdekaan

Dia mengatakan, ketika itu hujannya tidak terlalu lebat, hanya saja anginnya begitu kencang.

Karena takut gagal panen, padi yang tumbang pun terpaksa harus diikati agar bisa berdiri kembali. 

"Kalau tidak diikat bisa rusak padinya karena banyak airnya ini di sawah. Sekarang inikan musim hujan, makanya banyak airnya. Kalau punya ku sekitar dua rante juga yang tumbang ini," ujar Supriadi, Selasa (24/8).

Saking banyaknya padi milik petani yang tumbang, saat ini untuk mencari pekerja yang bisa mengikati padi agar bisa tegak kembali pun susah dicari.

Baca juga: Pemkab Sergai Bakal Bentuk BUMD untuk Selamatkan Petani Lokal

Meski untuk satu hari kerja dijanjikan akan dibayar Rp 100 ribu perorang, namun sulit mencari orang yang bersedia.

Bahkan ada pekerja yang didatangkan dari Kabupaten Serdangbedagai (Sergai). 

Saat ini banyak petani yang terpaksa mengikati padinya yang tumbang sendiri dengan menggunakan daun pelepah sawit.

"Kalau di tempat kami ini langganan selalu kena saja saat mau panen. Ini enggak sampai 10 hari lagi panen lah, karena sudah mulai menguning. Ya, kalau enggak mau keluar modal besar, terpaksa padi diikati sendiri, karena kalau tumbang payah nanti mengaritnya (dipotong)," kata Tukirun petani lainnya.(dra/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved