Breaking News:

Oknum Babinsa Aniaya Lurah

Tentara yang Gebuk Lurah Perempuan Hingga Berdarah Harus Dipidana, LBH Medan: Harus Diproses Hukum

Lurah Asuhan Walmaria Zalukhu minta maaf setelah diperiksa berjam-jam oleh Denpom I/I Siantar terkait kasus penganiayaan terhadap dirinya

Penulis: Victory Arrival Hutauruk | Editor: Array A Argus
Tribun Medan - Alija Magribi
Walmaria, Lurah Asuhan yang mengaku dipukuli oknum TNI-AD 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Medan mengutuk aksi dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum Babinsa TNI AD Serda JS kepada Lurah Asuhan, Kecamatan Siantar Timur, Walmaria Zalukhu.

Menurut Kepala Divisi LBH Medan, Maswan Tambak, meski Walmaria Zalukhu memohon maaf karena memberi informasi tidak akurat di laman Facebooknya, namun pemukulan hingga berdarah-darah yang dilakukan Serda JS harus ditindaklanjuti.

Bukan berarti, kata Maswan, permintaan maaf korban justru menghilangkan tindak pidana yang dilakukan Serda JS

Baca juga: Ngeri Kali Bah, Lurah Perempuan di Siantar Berdarah-darah Dihantam Oknum Babinsa TNI

Sebagai aparat TNI, sudah semestinya Serda JS memahami tugasnya, terlebih-lebih tidak arogan sebagai tentara,. 

"Tindakan penganiayaan tentu tidak dapat dibenarkan sekalipun dilakukan oleh oknum TNI," kata Maswan, Selasa (24/8/2021).

Ia menegaskan, sudah semestinya Serda JS diproses hingga Peradilan Militer. 

"Kalaupun korban sempat membuat status yang keliru, tapi hal tersebut tidak menghilangkan pidana penganiayaan yang dilakukan tersebut. Oleh karena itu, LBH Medan menilai sebagai oknum TNI, Serda JS harus diproses secara hukum karena tindakannya terhadap Walmaria Zalukhu,"

"Proses hukum Peradilan Militer harus berjalan supaya kedepan tidak ada kejadian arogansi oknum TNI terulang kembali," tegasnya.

Baca juga: Fakta Baru Lurah Perempuan di Siantar Dihantam Oknum Babinsa TNI, Korban Berbohong?

Ia juga meminta pihak terkait mengedepankan praduga tak bersalah kepada oknum TNI Serda JS dalam proses hukumnya. 

Karena, kata dia, apabila memang benar terdapat kekeliruan tidak adanya pemukulan dalam kasus ini, di dalam proses hukumnya akan terungkap kebenaranya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved