Breaking News:

Asosiasi UMKM Sumut Bantu Petani Ekspor 200 Ton Kopi ke Taiwan, Sempat Terkendala Pengangkutan 

Asosiasi UMKM Sumut bantu petani ekspor kopi ke Taiwan. Jumlahnya tidak main-main, yakin sampai 200 ton.

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
HO
Ketua Asosiasi UMKM Sumut, Ujiana Sianturi (kanan) saat berfoto bersama Bupati Humbahas dan pendiri PT. Penabur Benih Indonesia, Manat Samosir beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Asosiasi UMKM Sumut kembali mengekspor produk ke mancanegara. 

Ketua Asosiasi UMKM Sumut, Ujiana Sianturi mengungkapkan produk ekspor ini berasal dari PT Penabur Benih Indonesia di Humbang Hasundutan yang menjadi binaan dari asosiasi ini.

Dalam pengiriman ekspor ini, PT. Penabur Benih Indonesia sudah terikat kontrak selama satu tahun dengan buyer asal Taiwan. 

"Hari ini kita kirim kopi sebanyak 36 ton ke Taiwan. Kontrak ini 200 ton per tahun. Jadi ini sudah pengiriman kedua, yang pertama itu bulan April lalu," ungkap Ujiana, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Nikmati Liburan dengan Seruput Kopi Beras yang Hanya Ada Di Cafe Kome Medan

Namun begitu, Ujiana mengakui bahwa selama PPKM darurat lalu, pengiriman ini sedikit terhambat lantaran ada kendala transportasi.

"Kendalanya kemarin dengan ada jarak pengiriman yang cukup jauh karena tidak ada kapal untuk mengangkut jadinya schedule selalu berantakan, seharusnya tiap bulan. Nah kontraknya ini kan satu tahun 200 ton, jadi harus dibagi, nah dengan yang pengiriman kedua ini berarti udah terkirim 76 ton," ujarnya.

Dijelaskan Ujiana, Asosiasi UMKM ini sebagai jembatan untuk menghubungkan relasi buyer kepada para pelaku UMKM yang memiliki potensi produk ekspor yang menjanjikan. 

"Ini sudah sangat bagus. Nah yang mengelola ini kan petani langsung, biasa dia masih memakai undername. Disini kita bina si petani supaya direct ekspor. Sekarang petani kita ini dari tak punya PT, ini kita urus hingga akhirnya punya PT,"

"Kita urus juga dokumen ekspornya. Kalau khusus untuk mengirim kopi, kita harus punya Ekspor Tetap Kopi (ETP), kalau enggak tak akan bisa ekspor," jelas Ujiana.

Baca juga: Kopi Beras hanya Ada di Kota Medan, Nyaman untuk Penderita Asam Lambung dan Diabetes

Dikatakan Ujiana, saat ini produk keripik ataupun olahan sambal dari Sumut begitu digemari oleh negara tetangga seperti Singapura. Untuk itu, Ujiana terus gencar mensosialisasikan kepada UMKM untuk dapat meningkat kualitas produksi.

Sementara itu, Ujiana juga turut menyebutkan bahwa pelaku UMKM di Sumut dapat memiliki peluang dalam melakukan ekspor produk dan mendapat pembinaan di Asosiasi UMKM Sumut

"Yang paling penting itu memiliki usaha dan memiliki legalitas minimal NIB, kalau belum ada akan kita bantu utuskan. Kemudian harus juga punya NPWP, karena walaupun UMKM harus taat pajak lah. Nah karena dari UMKM lah pajak atau ketahanan ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh," kata Ujiana. 

Dalam memilih produk siap ekspor, sebelumnya Ujiana melakukan kurasi agar dapat melihat potensi produk yang memiliki kualitas ekspor. 

"Kita minta kirimkan foto atau sampel produk UMKM masing-masing daerah tapi yang memiliki minimal PIRT, kalau halal bisa belakangan," ucapnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved