Breaking News:

Dua Kali Mediasi, Perusahaan Ekspor Kopi Hanya Bersedia Bayar Pesangon Sebulan Gaji Karyawan di PHK

Wabah tersebut berimbas terhadap operasional perusahaan eskpor kopi yang berada di Jalan Kompos, Kecamatan Sunggal.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Ayu Prasandi
HO
Mediator Disnaker Sumut saat menggelar mediasi antara perwakilan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri dengan kuasa hukum para karyawan yang terkena PHK sepihak, di kantor Disnaker Sumut, Rabu (25/8/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sumatera Utara untuk kedua kalinya menggelar mediasi, antara karyawan korban PHK sepihak dengan manajemen PT Sari Makmur Tunggal Mandiri, pada Rabu (25/8/2021) sore.

Namun dalam mediasi ini gagal membuahkan hasil. Pihak perusahaan yang diwakili Kuasa Hukumnya, yakni Noven Simanjuntak hanya bersedia membayarkan pesangon satu bulan gaji kepada para karyawan yang terkena PHK sepihak.

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lagu Batak Aut Boi Nian Ciptaan Viky Sianipar feat Alsant Nababan

Pihak perusahaan disebut menjadikan pandemi Covid-19 sebagai alasan.

Wabah tersebut berimbas terhadap operasional perusahaan eskpor kopi yang berada di Jalan Kompos, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang tersebut.

"Tidak terjadi kesepakatan antara kedua belah pihak, makanya mediator mengeluarkan anjuran. Mohon maaf isi anjuran belum bisa kita sampaikan karena masih harus disusun dulu " ujar mediator dari Disnaker Sumut, Lemmy Pakpahan, Rabu.

Menurut Lemmy, para karyawan korban PHK menolak usulan perwakilan perusahaan yang hanya bersedia memberikan pesangon berupa satu bulan gaji.

Perwakilan karyawan yang di PHK, Lamtina Sirait usai mediasi tersebut mengaku kecewa.

Pesangon yang ditawarkan PT Sari Makmur Tunggal Mandiri dinilai merupakan pelecehan bagi para karyawan yang di PHK sepihak.

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lagu Batak Aut Boi Nian Ciptaan Viky Sianipar feat Alsant Nababan

Sebab, umumnya mereka yang terkena PHK sepihak oleh perusahaa  telah bekerja sejak puluhan tahun.

"Sangat-sangat kecewa. Ini jelas penghinaan. Hanya untuk ongkos saja sudah berutang kami kemari. Sekecil apa kami dianggapnya, apakah sebutir pasir?," ujar Lamtina.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved