News Video

Pemko Binjai Tagih Pajak Rp 200 Ribu Sehari, Handoko Pedagang Bakso Karebet Sampai tak Bisa Tidur

Tak tanggung-tanggung, Handoko harus membayarkan pajak Rp 200 ribu per hari, selama sebulan.

Penulis: Satia | Editor: Ade Saputra

Pemko Binjai Tagih Pajak Rp 200 Ribu Sehari, Handoko Pedagang Bakso Karebet Sampai tak Bisa Tidur

TRIBUN MEDAN.COM, BINJAI - Pemerintah Kota Binjai menagih pajak restoran dan rumah makan, saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Penagihan ini dilakukan, guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021.

Bukan hanya pengelola restoran dan rumah makan, pedagang kaki lima juga ditagih.

Handoko, pedagang Bakso Karebet, di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Binjai Barat, tidak bisa tidur semalaman, setelah mendapatkan surat tagihan pajak.

Dirinya terkejut, bahwa selama berjualan kali pertama mendapat surat tagihan pajak.

Tak tanggung-tanggung, Handoko harus membayarkan pajak Rp 200 ribu per hari, selama sebulan.

"Saya terkejut, saya sampai tidak bisa tidur. Saya bingung, saya punya utang Rp 6 juta kepada pemerintah," kata dia, saat ditemui di GOR, Jalan Jambi, Kecamatan Binjai Selatan, Rabu (25/8/2021).

Ia mengatakan, selama ini tidak ada sosialisasi atau pemberitahuan terkait dengan iuran pajak.

Tiba-tiba, kemarin dirinya menerima surat tagihan, saat sedang berjualan.

"Pendataan juga sebelumnya tidak ada, tapi tiba-tiba saya dapat surat yang harus membayarkan pajak," jelasnya.

Saat berjualan dirinya menggunakan gerobak yang digandengkan dengan sepeda motor.

Gerobak itu, kata Handoko diparkirkan pada bantaran jalan, yang nantinya akan diletakkan beberapa meja, untuk melayani pembeli.

Karena merasa bukan masuk dalam kategori restoran dan rumah makan, ia heran dengan aturan Pemko Binjai.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved