Breaking News:

Pengabdian Masyarakat, Dosen Keperawatan USU Gelar Pemberdayaan IRT dalam Pemenuhan Gizi Keluarga

Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat terhadap Ibu-ibu di Desa Lingkungan dusun VII

Editor: Ismail
Dok. Fakultas Keperawatan USU
Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat terhadap Ibu-ibu di Desa Lingkungan dusun VII Mekar Sari Kelurahan Deli Tua Kecamatan Biru-biru 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat terhadap Ibu-ibu di Desa Lingkungan dusun VII Mekar Sari Kelurahan Deli Tua Kecamatan Biru-biru yang pemberdayaan ibu rumah tangga dalam pemenuhan gizi keluarga melalui pembentukan keluarga BEKAM (bermutu, kreatif, dan mandiri).

Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengetahuan ibu-ibu dengan  cara memberikan pendidikan, pelatihan mengelola makanan sederhana yang memiliki gizi tinggi dan seimbang, sehingga dapat memenuhi kebutuhan asupan gizi keluarga dan ibu-ibu mampu memproduksi makanan sehat bergizi tinggi serta dapat meningkatkan ekonomi keluarga.

Kegiatan Pengabdian masyarakat ini diikuti oleh 40 ibu-ibu warga di Desa Lingkungan dusun VII Mekar Sari Kelurahan Deli Tua Kecamatan Biru-biru dengan 2 jenis kegiatan, yang diawali dengan kegiatan Penyuluhan Gizi Keluarga untuk menambahkan pengetahuan ibu-ibu, dan dilakukan kegiatan masak memasak sebagai praktik atas pengetahuan yang sudah didapatkan pada minggu pertama yaitu tentang Gizi Keluarga. 

Pengabdian masyarakat ini diketuai oleh dosen Fakultas Keperawatan yaitu Cholina Trisa Siregar, S.Kep, Ns, M.Kep,Sp.KMB dan tim anggota Lufthiani, S.Kep, Ns, M.Kes, Ir., Indra Chahaya, S. M.Si serta melibatkan beberapa mahasiswa Program studi Ners Fakultas Keperawatan USU.

Sebelum dilakukannya kegiatan penyuluhan tentang gizi keluarga, ibu-ibu didesa Mekar sari Desa Lingkungan dusun VII Mekar Sari Kelurahan Deli Tua Kecamatan Biru-biru terlebih dahulu mengisi kuisioner tentang gizi keluarga untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan ibu-ibu tentang gizi keluarga.

Pembukaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diawali dengan kata sambutan dari Perangkat desa yang diwakilkan ibu kepala lingkungan beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada dosen Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan penyuluhan ini.

“Acara ini merupakan satu langkah yang baik untuk kita semua. Harapan ke depannya semoga ibu-ibu yang hadir dalam kegiatan penyuluhan dan pelatihan dapat meningkat pengetahuan dan kemampuan dalam menyediakan makanan yang bergizi dan seimbang bagi anggota keluarga dan dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Suryani.

Pembukaan dari ketua pengabdian sekaligus memaparkan materi tentang Gizi Seimbang untuk keluarga.

“Penyuluhan tentang gizi keluarga yang akan disampaikan nantinya diharapkan dapat menambah wawasan ibu-ibu dan ibu-ibu dapat menerapakan dirumah bagaimana cara mengolah makanan dengan murah dan terjangkau, mudah didapatkan dan memiliki kandungan gizi seimbang yang dapat disajikan sebagai menu keluarga di mana ibu-ibu memiliki tanggung jawab dalam menyediakan menu sehat untuk keluarga di rumah terutama untuk memenuhi gizi anak usia sekolah.

Nantinya ibu-ibu setelah mendapatkan materi ini bisa ya ibu-ibu terapkan di rumah bagaiamana menyediakan dan menyajikan menu sehat untuk keluarga di rumah terutama anak-anak kita yang bersekolah, agar tidak membiarkan anak anak jajan sembarangan, ibu dapat menyediakan bekal yang murah, bergizi dan disukai anak anak dengan menyajikan dalam bentuk yang unik dan rasa yang lezat dan mengolah makanan tanpa menggunakan bahan pengawet,” jelas Cholina.

Desa Mekar Sari Kelurahan Deli Tua Kecamatan Biru-biru merupakan desa yang memiliki kader kesehatan yang terdiri dari 5 kader gizi yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan sehingga nanti dapat melanjutkan kegiatan dalam memantau status kesehatan gizi keluarga di desa Mekar Sari.

Cholina Trisa Siregar beserta tim penyuluhan menjelaskan tentang apa itu gizi seimbang, apa manfaat gizi seimbang bagi tubuh dan pertumbuhan, apa saja komponen gizi yang dibutuhkan tubuh, apa saja komposisi menu sehat keluarga, bagaiaman cara mengolah makanan yang sehat, murah dan mudah didapatkan sehingga tidak menyulitkan masyarakat dari segi ekonomi,” papar Cholina.

Setelah pemaparan materi selesai, ibu-ibu desa mekar sari mengikuti games ular tangga yang menyelipkan beberapa pertanyaan tentang gizi keluarga dan ibu-ibu yang mampu menjawab dengan benar akan mendapatkan reward karena kemampuannya menjawab pertanyaan. Di akhir sesi kegiatan ibu ibu kembali mengisi koesioner sebagai tolak ukur adanya penambahan pengetahuan setelah mendapatkan penyuluhan tentang gizi keluarga.

Penutupan dilakukan dengan kata sambutan dari kepala lingkungan. “Terima kasih ibu dosen keperawatan telah melaksanakan kegiatan pengabdian ini, kami semua jadi mendapat pengetahuan tentang gizi keluarga,“ ujar Suryani.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved