Breaking News:

Sempat Terkendala Dana, Sanggar Sihoda Konfirmasi Hadir Festival UNESCO di Turki

dukungan demi dukungan datang dari berbagai pihak termasuk masyarakat. DPP Partuha Maujana Simalungun memberi bantuan biaya keberangkatan.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
Tribun Medan/ Alija Magribi
Para penari dari Sanggar Sihoda saat menunjukkan aksinya dalam beberapa ke sempatan di Simalungun 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR- Sempat mengalami kesulitan dana untuk bisa hadir pada event 34th Folkdance Festival dan 22th Golden Carnation Contest Yalova di Turkey, Sanggar Simalungun Home Dancer (Sihoda) mengonfirmasi akan hadir dalam acara tersebut.

Kabar baik tersebut disampaikan pimpinan Sanggar Sihoda, Laura Avionita Sinaga. Ia mengatakan sudah beberapa bantuan yang masuk, termasuk utamanya dari DPP Partuha Maujana Simalungun dan gotong-royong masyarakat.

"Kami jadi berangkat, awalnya ya hampir batal juga. Karena kemarin dari dana yang terkumpul masih nol koma nol sekian persen. Jadi sempat mau batal," kata Laura.

"Kemudian penasihat kami meninggal dunia. Jadi sempat bingung apakah akan melanjutkan undangan tampil di festival ini atau nggak," kata Avionita kepada wartawan, Kamis (25/8/2021) siang.

Namun untungnya, dukungan demi dukungan datang dari berbagai pihak termasuk masyarakat.

DPP Partuha Maujana Simalungun memberi bantuan biaya keberangkatan.

Baca juga: Berhasil Menipu hingga Ratusan Juta dengan Modus Investasi Trading, Revina Dihukum 33 Bulan Penjara

"Dari ketua Partuha Maujana Simalungun, Pak Sarmedi Purba, Dewan Presidium mereka mau jadi sponsor utama sekaligus biayai keberangkatan. Kami juga buat Marharoan Bolon, istilahnya Galang dana dari masyarakat dan ada bantuan dari PB7KS, bus dari Pemko Siantar dan suvenir dari Pemkab Simalungun," ujar laura seraya berterima kasih kepada yang sudah memberi support selama ini.

Laura mengatakan mereka akan berangkat pada 28 Agustus 2021 dini hari pada event yang dijadwalkan berlangsung 30 Agustus 2021 - 5 September 2021 lusa.

Sanggar Sihoda sendiri hanya mengirimkan 6 penari dan akan menampilkan tarian Medley Simalumgun, tari ilahbanak uwou, dan untuk parade akan menampilkan tari multi etnis Sumatera Utara.

"Dapat undangan ke Turkey mengikuti festival menari rasanya bangga, senang dan ada juga rasa takut. Takut dalam arti mengecewakan, pasti bebannya berat membawa nama budaya Indonesia.
Bangga juga bisa terpilih," katanya.

Sementara itu, Ketua DPP Partuha Maujana Simalungun Sarmedi Purba mengaku kebutuhan anak-anak Sihoda tampil di Turki masih kurang. Kendati mampu berangkat ke negeri yang terkenal dengan bunga tulip tersebut.

Baca juga: Wajib Tahu Lho! Berikut 5 Warna Lipstik yang Wajib Dimiliki Para Perempuan

Apalagi sepulangnya dari luar negeri, masih dibayang-bayangi kewajiban karantina mandiri sesuai aturan masuk ke Indonesia.

"Kita rapat pimpinan dan beri support bantuan. Jumlahnya nggak banyak makanya kita berharap ayo, siapa lagi yang support, mari lah support Boru kita ini membawa budaya Simalungun," harap Sarmedi kepada Tribun Medan.

(alj/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved