Breaking News:

Siap-siap, Penunggak Pajak di Kota Binjai Tidak Bayar Dicabut Izin Usaha

Pemko Binjai akan mencabut izin usaha sejumlah usaha jika menunggak pajak. Hal itu disampaikan Kepala BPKAD Kota Binjai

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/SATIA
Kepala BPKAD Kota Binjai Affan Siregar, ditemui di Kantor Balai Kota, Jalan Sudirman, Kamis (26/8/2021). (TRIBUN-MEDAN.COM/SATIA). 

TRIBUN MEDAN.COM,BINJAI-Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Affan Siregar mengatakan, para penunggak pajak yang tidak bayar pajak akan dikenakan sanksi pencabutan izin usaha. 

"Kalau tidak membayar, sanksi pencabutan izin akan dilakukan kepada para pengusaha," katanya, saat ditemui di Kantor Balai Kota, Jalan Sudirman, Kamis (26/8/2021). 

Dalam catatan, hampir seluruh Restoran dan Rumah Makan di Kota Binjai menunggak pajak, mencapai Rp 317 juta. 

Karena tunggakan ini, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Binjai dari sektor tersebut menurun drastis. 

Baca juga: Pemko Binjai Tegaskan Seluruh Pedagang di Kota Binjai Wajib Patuh untuk Bayar Pajak

Affan sendiri tidak mengetahui bahwa adanya tunggakan pajak restoran ratusan juta dalam setahun. 

"Saya tidak tau soal itu, karena saya tidak paham mengenai angka. Dari mana pula ada segitu," katanya. 

Saat ini, Pemko Binjai tengah gencar menunjang kenaikan PAD dari sektor pajak.

Di mana seluruh pengusaha rumah makan, restoran, kafe dan Pedagang Kaki Lima (PKL) mendapatkan surat tagihan.

Dari tagihan itu, belasan pengusaha kelimpungan memikirkan pembayarannya yang tiba-tiba ditagih oleh Pemko Binjai

Handoko, pedagang bakso juga heran tiba-tiba dirinya memiliki hutang pajak senilai Rp 6 juta. 

Baca juga: Pemko Binjai Kejam Kali, PKL Dikutip Pajak Rp 200 Ribu Sehari, Dirazia, Penghasilan Cuma Rp 100 Ribu

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved