Breaking News:

Bandar Sabu Merengek Ditangkap Polisi, Ngaku Asam Urat Kambuh

Petugas Polres Tanjungbalai membekuk seorang pengedar narkoba yang cukup kesohor di kalangan para pengguna. Saat ditangkap sang bandar merengek

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Array A Argus
HO
Sangkot Simamora alias Nyak Sangkot, pengedar narkoba yang merengek saat ditangkap.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,TANJUNGBALAI-Sangkot Simamora alias Nyang Angkot merupakan bandar sabu yang namanya cukup kesohor di kalangan pengguna narkoba.

Karena cukup meresahkan, polisi kemudian menangkap Sangkot Simamora di kediamannya yang berada di Jalan Abdullah, Kelurahan Tanjungbalai Kota III, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai. 

Lucunya, saat ditangkap polisi, Sangkot Simamora merengek pada petugas.

Baca juga: Nekat Menjual Sabu, Sangkot Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Sangkot beralasan saat itu tengah mengidap sakit asam urat. 

"Dia ini pengedar sekaligus pengguna. Jadi alasannya untuk obat penyakit asam urat," kata Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai, Iptu Ahmad Dahlan Panjaitan, Jumat (27/8/2021). 

Dari tangan tersangka Sangkot, polisi menyita enam bungkus sabu dengan berat 24,17 gram, serta ganja seberat 1,75 gram. 

"Penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi bahwa rumah milik Sangkot sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkotika. Kemudian personel Satuan Narkoba melakukan pemeriksaan," ujar Dahlan. 

Baca juga: KALAPAS Klas I Medan Buka Suara Soal Tuntutan Mati Napi Pengendali 52 Kg Sabu

Katanya, di dalam rumah tersebut ditemukan seorang pria duduk di ruang tamu yang dijuluki Nyak Angkot yang kemudian dilakukan penggeledahan. 

"Saat dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan sebuah kotak jam yang berisikan plastik klip yang diduga sabu dan juga ganja," ujarnya. 

Saat dilakukan introgasi, Nyak Angkot mengakui bahwa sabu tersebut seberat 24,17 gram dan ganja seberat 1,57 gram. 

"Selain barang bukti sabu dan ganja, tim juga mengamankan dua buah timbangan serta satu buah alat isap (bong) yang diduga sengaja dirakit tersangka," jelasnya. 

Baca juga: Duh, Oknum Kepala Lingkungan di Medan Polonia Diciduk saat Asyik Sedot Sabu

Akibat perbuatannya, Sangkot disangkakan dengan Pasal 114 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) subsidair Pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 thn 2009 tentang narkotika.

"Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved