News Video

Camat Medan Johor Beri Kelonggaran Penyekatan di Pos Isolasi Lingkungan Usai Digeruduk Warga

Usai digeruduk, Camat Medan Johor, Zul Fakhri Ahmadi memberi kelonggaran waktu soal pos penyekatan yang sebelumnya di protes oleh warga.

Tayang:
Penulis: Fredy Santoso |

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Usai digeruduk, Camat Medan Johor, Zul Fakhri Ahmadi memberi kelonggaran waktu soal pos penyekatan yang sebelumnya di protes oleh warga.

Ia mengatakan, mulai besok penyekatan akan diberlakukan mulai dari pukul 22:00 WIB sampai dengan pukul 15:00 WIB.

Hal itu dilakukan karena menimbang aspirasi masyarakat yang mengeluhkan penghasilannya menurun drastis karena adanya posko penyekatan di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor yang berada di simpang Jalan Karya Bakti.

Sebelumnya penyekatan jalan dilakukan mulai dari pukul 09:00 WIB sampai dengan pukul 22:00 WIB.

"Tadi laporan ke pimpinan kita beri sedikit kelonggaran. Artinya mulai besok kita mulai penyekatan di jam 3 sore sampai jam 22 malam," kata Camat Medan Johor, Zul Fakhri Ahmadi, Jumat (27/8/2021), malam.

Meski demikian, ia belum bisa menuruti keinginan warga untuk menggeser posisi pembatas jalan karena masih dalam tahap evaluasi.

Sampai saat ini angka penyebaran Covid-19 di wilayah Medan Johor masih tinggi. Bahkan wilayah tersebut masih dalam zona merah.

Sampai saat ini warga yang terpapar dan menjalani isolasi sebanyak 133 setelah sebelumnya 293 orang.

"Jika besok kita mulai penyekatan yang dimulai dari jam 3 sore sampai malam masyarakat masih melanggar prokes, kita akan kembali seperti semula," katanya.

Sementara itu, warga masih merasa belum puas dengan keputusan Camat Medan Johor.

Dalam unjuk rasa yang digelar pagi tadi mereka meminta agar penyekatan dihentikan.

Warga menilai pelonggaran tersebut tidak banyak memberikan manfaat kepada pedagang yang kebanyakan berjualan pada malam hari.

Selain itu, permintaan mereka untuk memindahkan pembatas jalan juga terabaikan. Padahal pembatas jalan itu termasuk membuat orang enggan datang ke toko-toko mereka.

"Sehingga warga gak bisa lagi jualan. Jualannya gak ada yang laku. Pom bensin, semua hilang penghasilannya," kata Rosmawaty L Tobing, pemilik apotek, yang usahanya terdampak akibat penyekatan jalan di Jalan Karya Wisata, Medan Johor.

(cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved