Breaking News:

Fakta Sekda Tanjungbalai Jadi Tersangka, Pernah Diminta Sediakan Uang Rp 300 Juta Kalau Mau Jabatan

Dijelaskannya bahwa pemberian uang tersebut kepada penyidik KPK agar kasus dugaan jual beli jabatan di Pemko Tanjungbalai yang terdahulu.

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/GITA 
Sekertaris Daerah (Sekda) Tanjungbalai Yusmada sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi yang menyeret nama Wali Kota Tanjungbalai Muhamad Syahrial di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (19/7/2021).   

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sekretaris daerah kota Tanjungbalai, Yusmada resmi jadi tersangka KPK terkait kasus lelang jabatan di Pemko Tanjungbalai.

Sebagaimana diketahui, bahwa Yusmada memang pernah dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan korupsi yang menyeret nama Wali Kota Tanjung Balai M. Syahrial.

Dalam sidang tersebut, Yusmada secara gamblang mengakui keterlibatannya dalam praktik jual beli jabatan di Pemko Tanjungbalai.

Baca juga: Mobil Ditahan Polisi Karena Menggunakan Plat CC, Ini Penjelasan Dokter Fauzi

Yusmada mengaku sempat dipanggil Syahrial ke sebuah gudang di Jalan Jendral Sudirman, membicarakan suap Rp 1,6 miliar, yang akan diberikan kepada penyidik KPK Stepanus Robinson (tersangka).

Yusmada, Sekretaris Daerah mengenakan rompi oranye khas KPK serta di borgol untuk dilakukan konprensi pers di gedung merah putih KPK, Jumat(27/8/2021). 
Yusmada, Sekretaris Daerah mengenakan rompi oranye khas KPK serta di borgol untuk dilakukan konprensi pers di gedung merah putih KPK, Jumat(27/8/2021).  (HO)

Baca juga: Sempat Viral dan Jadi Artis, Begini Kabar Ade Londok Odading Mang Oleh, Akun Instagram Kini Hilang

"Saya ditelepon, disuruh datang ke gudang. Pak syarial menceritakan bahwa kita perlu uang diberikan ke penyidik KPK Rp 1,6 milyar. Karena saat itu kita sama-sama diam, tidak ada solusi saya langsung pamit," katanya usai dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK Budhi Sarumpaet.

Belakangan diketahui uang Rp 1,6 miliar tersebut untuk menutupi kasus jual beli jabatan yang saat itu tengah diselidiki oleh KPK.

"Hari Senin disuruh menghubungi kadis PU ibu Teti Juliani Siregar. Setelah pertemuan Teti dan Syarial, Teti  menyampaikan saya katanya pening kepala ku bang disuruh cari uang sama pak Wali Rp 1,6 miliar," katanya.

Dijelaskannya bahwa pemberian uang tersebut kepada penyidik KPK agar kasus dugaan jual beli jabatan di Pemko Tanjungbalai yang terdahulu, dihentikan penyidikannya oleh KPK.

"Waktu itu tujuannya (memberi uang) menghentikan kasus di Pemko Tanjung balai. Kasus jual beli jabatan di pemko tanjung balai yang mau dinaikkan ke penyidikan. Sehingga kasus kita terdahulu bisa dibantu saudara Robin," bebernya.

Selain itu, dalam sidang tersebut Yusmada mengaku ada menyetor uang sebesar Rp 100 juta kepada terdakwa Syahrial, melalui seseorang bernama Sajali Lubis sebagai uang terimakasih karena menjabat sebagai Sekda.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved