Breaking News:

Festival Hijau Berisikan Kegiatan Donor Darah dan Pelatihan Eco Enzim

Darah. Salah seorang donatur aktif Herri Zulkarnain, mengatakan, kegiatan donor darah ini menjadi perhatian khusus pihaknya selaku Ketum SOLITD.

Editor: Eti Wahyuni
Tribun Medan/HO
Relawan mengikuti donor darah yang diselenggarakan dalam Festival Hijau. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Lembaga Hijau Alam Indonesia (HAI) bersama Lembaga Solidaritas Indonesia Tionghoa Demokrasi (SOLITD) bekerjasama menyelenggarakan Festival Hijau di Saung Jamu 1.000 Rempah HAI, yang berisikan serangkaian kegiatan.

Di antara kegiatan tersebut yaitu Bakti Sosial Donor Darah. Salah seorang donatur aktif Herri Zulkarnain, mengatakan, kegiatan donor darah ini menjadi perhatian khusus pihaknya selaku Ketum SOLITD.

”Sulitnya masa-masa PPKM ini turut berdampak keraguan orang dalam berkumpul bahkan untuk acara bakti sosial. Namun hal ini berhasil dilalui secara bantuan gotong-royong yang solid dari berbagai tokoh masyarakat dan aktivis dari Lembaga Hijau Alam Indonesia, SOLITD, UDD PMI Kota Medan dan para panitia lainnya,”  ujar Herri Zulkarnain, Selasa (24/8/2021).

Ia menambahkan, budaya donor darah adalah salah satu upaya solidaritas nyata bagi kita dalam menyikapi minimnya persediaan darah di PMI selama masa Pandemi Covid 19.

Baca juga: HUT Ke-275 Pos Indonesia, Kantor Pos Medan Launching 2 Aplikasi Baru dan Gelar Donor Darah

Selain donor darah, kegiatan lain yang digelar di Jalan Seser, Medan ini adalah pelatihan eco enzim, sebagai bentuk keprihatinan terhadap membeludaknya sampah yang sudah menjadi kondisi klasik di Kota Medan. Pelatihan Eco Enzim ini sendiri telah digelar secara berkelanjutan dari satu komunitas masyarakat ke komunitas masyarakat lainnya.

Ade Akhmad Ilyasak dari Lembaga HAI mengatakan,sebenarnya ada lima rangkaian kegiatan yang diselenggarakan selama setahun ke depan. Selain dua kegiatan yaitu donor darah dan pelatihan eco enzim masih ada kegiatan lainnya yakni pelatihan briket arang, pendidikan lingkungan hidup khusus tanaman berkhasiat obat serta pemutaran video dan diskusi lingkungn hidup.

Festival ini berlangsung dari tanggal 24 Agustus sampai 23 September 2021 bahkan akan menjadi agenda pendidikan lingkungan hidup reguler di sekolah-sekolah jika pada saatnya nanti sekolah dibuka kembali

“Sehingga nantinya pendidikan lingkungan hidup buat generasi pelurus bangsa dapat kembali digiatkan dalam upaya memberdayakan pelaku dan mengubah perilaku dari yang abai dengan lingkungan menjadi generasi yang cinta dengan lingkungan hidup,” katanya.

Ade menambahkan, untuk kegiatan peserta dibatasi hanya 20 sampai 25 orang saja dengan menjaga jarak dan protokol kesehatan ketat selama acara berlangsung.

Kegiatan ini juga didukung UDD PMI Kota Medan, Eka Syafrida Ritonga serta Tim PMI, LSM Rumah Briket, Biro Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara dan para donatur Lembaga Hijau Alam Indonesia lainnya.

“HAI merupakan sebuah lembaga yang konsern memperluas gerakan budaya hijau dengan belajar sambil bermain dalam menyerap sebanyak mungkin pengalaman mengelola tanaman berkhasiat obat di Saung Jamu 1000 Rempah HAI misalnya,” imbuh Ade.

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved