News Video

MENARI DI ATAS PENDERITAAN, Bupati Ini Malah Dapat Rp 70 Juta dari Pemakaman Pasien Covid-19

Tak tanggung-tanggung, honor menjadi tim pemakaman jenazah Covid-19 jumlahnya mencapai Rp 70.500.000 per orang.

Editor: M.Andimaz Kahfi

MENARI DI ATAS PENDERITAAN, Bupati Ini Malah Dapat Rp 70 Juta dari Pemakaman Pasien Covid-19

TRIBUN-MEDAN.COM - Pandemi belum berakhir, tetapi saat jajaran pejabat di Kabupaten Jember menerima honor berkat pemakaman pasien Covid-19 adalah suatu ironi.

Dilansir dari Kompas.com, honor sebagai tim pemakaman jenazah Covid-19 tersebut diterima oleh Bupati Jember Hendy Siswanto, Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano, Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember M Djamil, serta Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistisk BPBD Jember Heru Widagdo.

Tak tanggung-tanggung, honor menjadi tim pemakaman jenazah Covid-19 jumlahnya mencapai Rp 70.500.000 per orang.

Nilai honor dari empat pejabat sedikitnya Rp 282.000.000. Penerimaan honor tersebut menjadi sorotan Pansus Covid-19 DPRD Jember.

Perilaku mengambil untung para pejabat itu seharusnya tak dilakukan oleh di tengah kondisi pandemi.

“Ini adalah wabah, ini adalah penderitaan. Saya tidak ingin pejabat di pemerintah daerah ini menari-nari di atas penderitaan rakyat. Mengambil keuntungan,” papar Anggota Pansus Covid-19 DPRD Jember Hadi Supaat, seperti dilansir Kompas Regional, Kamis (26/8/2021).

Hadi mendesak agar pejabat penerima honor segera mengembalikannya.

Honor tersebut, kata dia, seharusnya dikembalikan atau digunakan untuk penanganan Covid-19.

Honor dihitung dari Rp 100.000 per jenazah 

Besaran honor Rp 70 juta itu ternyata diperoleh berdasarkan jumlah warga yang meninggal dunia karena Covid-19 dan dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Para pejabat yang namanya masuk dalam tim pemakaman jenazah Covid-19 akan mendapatkan honor Rp 100.000 setiap seseorang dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Honor tersebut dikalikan dengan data jumlah kematian karena Covid-19 pada Juni-Juli 2021.

Hadi mengecam pembentukan mekanisme honor untuk tim pemakaman ini sebagai keputusan yang fatal dan tidak etis lantaran para pejabat sudah mendapatkan gaji tetap dari negara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved