Breaking News:

News Video

Pengedar Sabu Mewek Saat Diringkus dari Rumah, Alasan Asam Urat Kambuh

Hal itu diungkapkan Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai, IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan. Dijelaskannya tersangka mengonsumsi sabu dan ganja dengan

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: heryanto

Pengedar Sabu Mewek Saat Diringkus dari Rumah, Alasan Asam Urat Kambuh

TRIBUN-MEDAN.COM, TANJUNGBALAI - Seorang bandar sabu di Kota Tanjungbalai mewek usai di amankan petugas kepolisian dari satuan narkoba Polres Tanjungbalai. Ia mewek dengan alasan sedang sakit asam urat.

Sangkot Simamora Alias Nyak Angkot (48) diangkat oleh satuan narkoba Polres Tanjungbalai dari kediamannya yang terletak di Jalan Abdullah Kelurahan Tanjungbalai Kota III, Kecamatan Tanjungbalai Utara, Kota Tanjungbalai.

Hal itu diungkapkan Kasubbag Humas Polres Tanjungbalai, IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan. Dijelaskannya tersangka mengonsumsi sabu dan ganja dengan beralasan untuk obat asam urat.

"Dia ini sebagai pengedar sekaligus pengguna narkotika, dengan alasan obat untuk penyakit asam uratnya," ujar Dahlan, Jumat(27/8/2021).

Sangkot diamankan bersama dengan enam bungkus sabu dengan berat 24,17 gram serta ganja seberat 1,75 gram.

"Penangkapan ini dilakukan berdasarkan informasi bahwa rumah milik Sangkot sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkotika. Kemudian personel Satuan Narkoba melakukan pemeriksaan," ujar Dahlan.

Katanya, didalam rumah tersebut ditemukan seorang pria duduk di ruang tamu yang di juluki nyak angkot yang kemudian dilakukan penggeledahan.

"Saat dilakukan pemeriksaan, Petugas menemukan sebuah kotak jam yang berisikan plastik klip yang diduga sabu dsn juga ganja," ujarnya.

Saat dilakukan introgasi, nyak angkot mengakui bahwa sabu tersebut seberat 24,17 gram dan ganja seberat 1,57 gram.

"Selain barang bukti sabu dan ganja, tim juga mengamankan dua buah timbangan serta satu buah alat hisap yang diduga sengaja di rakit tersangka," jelasnya.

Akibat perbuatannya, Sangkot di sangkakan dengan pasal 114 ayat (2) Subs Pasal 112 ayat (2) Subs pasal 111 ayat (1) UU RI No.35 thn 2009 tentang narkotika.

"Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," pungkasnya.

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved