Bunuh Ayah dan Kakaknya
Sebelum Lakukan Penikaman, Arsyad Ternyata Sempat Ribut dengan Kakanya Gara-gara Hp
Arsyad yang geram lantaran hp ibunya digadai mengancam abangnya jika dalam waktu 24 jam hp tersebut tidak kembali akan menghajar abangnya.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Arsyad (21), pelaku pembunuhan terhadap abang kandung dan ayahnya di Jalan T Amir Hamzah, Lorong Pribadi, Kelurahan Sei Agul, Kecamatan Medan Barat dikabarkan sempat bersitegang dengan Abang kandungnya sebelum insiden penikaman.
Hal itu diungkapkan oleh teman dekatnya, Iam saat ditemui di lokasi.
Ia mengatakan kalau Arsyad sempat mengadu soal permasalahan keluarga yang menimpanya beberapa waktu lalu.
Baca juga: Nekat, Arsyad Tikam Ayah dan Abang Kandungnya di Rumah
Saat itu ia bilang cekcok lantaran abangnya, Riski Sarbaini menggadaikan handphone milik ibunya.
"Sempat ribut sama abangnya gara-gara hape mamaknya digadaikan abangnya itu cuma udah beberapa waktu lalu," kata Iam, teman Arsyad, Sabtu (28/8/2021).
Arsyad dan Riski pun sempat berkelahi.
Arsyad yang geram lantaran hp ibunya digadai mengancam abangnya jika dalam waktu 24 jam hp tersebut tidak kembali akan menghajar abangnya.
Bahkan Arsyad saat itu berniat sungguh-sungguh untuk menghajar saudara kandungnya. Ia sempat meminta bantuan kepada teman-teman untuk ikut membantu.
Namun temannya langsung berusaha mendinginkan. Mereka menyarankan agar ia menunggu dan bersabar.
Tak kama kemudian barulah abangnya tersebut membawa kembali hp ibunya yang digadai.
Baca juga: Punya Istana Megah Plus Pemandangan Danau, Suami Momo Geisha Tak Gengsi Mainkan Mainan Sederhana Ini
"Gak lama bang. Begitu berantam kan dibilang 'kalau gak balik 24 jam hpnya kupukuli kau' ucapnya menirukan.
Bahkan, kawan-kawan Arsyad, pelaku pembunuhan tersebut mengatakan kalau kedua saudara beradik itu dikenal tak pernah akur.
"Dikenal gak cocok sama abangnya, sering kali ribut," tutupnya.
(cr25/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/kerumunan-masyarakat-di-lokasi-pembunuhan-jalan-wakaf.jpg)