Breaking News:

Lima Tersangka Kasus Alat Swab Antigen Bekas Akan Diadili di PN Lubukpakam

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumut, Sugeng Riyanta mengatakan pelimpahan berkas yang akan dilakukan ke PN Lubuk Pakam

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN / M FADLI TARADIFA
Kapolda Sumut Irjen pol Panca Putra Simanjuntak pimpin pengungkapan kasus alat rapid antigen bekas di Bandara Kualanamu, Kamis (29/4/2021) di Mapolda Sumut. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Sempat viral dan buat geram masyarakat, kasus dugaan penggunaan swab antigen bekas kini terus bergulir.

Teranyar Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) akan melimpahkan berkas milik lima tersangka yakni PC selaku Manajer Kimia Farma dan empat pegawainya yakni M, SP, DP serta RN ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam.

Baca juga: Ayah Tiri Aniaya Anak Usia 2 Tahun Hingga Meninggal, Pelaku Kesal Korban Tak Mau Diajak Mencuri

Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Sumut, Sugeng Riyanta mengatakan pelimpahan berkas yang akan dilakukan ke PN Lubukpakam, disesuaikan dengan dimana tindak pidana tersebut dilakukan.

"Berkas milik lima tersangka kasus swab antigen akan dilimpahkan ke (PN) Lubukpakam. Sesuai tempat kejahatan dilakukan di Kabupaten Deliserdang,” katanya saat dikonfirmasi tribunmedan.com, Sabtu (28/8/2021).

Sugeng mengatakan, sebelumnya pihaknya telah menerima penyerahan lima tersangka dan barang bukti (tahap 2) dalam kasus swab antigen bekas di Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA), Deliserdang ini dari penyidik Polda Sumut pada Selasa tanggal 24 Agustus 2021 lalu.

“Kita sudah menerima pelimpahan tahap 2 kasus tersebut. Pelimpahan tahap 2 itu disaksikan oleh Yusnar Yusuf selaku Kasi Teroris, Eka Nugraha selaku Koordinator Intelijen dan Salman di Kejaksaan Negeri (Kejari) Deliserdang," katanya.

Ia menjelaskan bahwa kelima tersangka dijerat dengan Pasal 196 jo Pasal 98 ayat (3) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan/atau Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

Baca juga: Update Covid-19 di Kabupaten Samosir, Terkonfirmasi Positif Bertambah 13 Kasus

“Kasus ini dilimpahkan ke Kejari Deliserdang,” beber Sugeng. 

Khusus untuk tersangka PC, kata Sugeng juga dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan dan ditambah sangkaan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

“Selain itu, rumah mewah dan uang sebesar Rp 500 juta milik tersangka PC sudah disita penyidik untuk dijadikan barang bukti,” pungkas Sugeng.

(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved