Breaking News:

Pemko Siantar Siapkan Rp 53 Miliar untuk Tangani Covid-19, Hasil Refocussing Anggaran

Jumlah ini disepakati usai Siantar wajib melaksanakan Pemberlakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun-medan.com/ Alija Magribi
Proses pemeriksaan kendaraan yang masuk di Kota Pematangsiantar dilakukan petugas Pospam Penyekatan Simpang Sambo, Sabtu (22/5/2021) pagi lalu. (Tribun-medan.com/ Alija Magribi) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pemerintah Kota Pematangsiantar mengumpulkan Rp 53 miliar dari refocussing anggaran belanja seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tahun 2021.

Jumlah ini disepakati usai Siantar wajib melaksanakan Pemberlakan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.

Kepala Bappeda Pematangsiantar, Muhammad Hamam Sholeh mengatakan, dengan adanya refocussing ini beberapa kegiatan belanja OPD ditiadakan. 

"Tunjangan Penambahan Penghasilan (TPP) Pegawai untuk bulan 13 dan bulan 14 nggak dibayarkan. Refocussing juga pada belanja pegawai seperti lembur, SPPD, proyek-proyek kegiatan yang tidak bisa lagi dilaksanakan contoh seperti sosialisasi OPD," kata Sholeh, Sabtu (28/8/2021) pagi.

Dengan uang sebanyak Rp 53 miliar, kata Sholeh, Pemerintah Kota Pematangsiantar akan menggunakannya untuk menangani Covid-19 dalam bidang medis maupun pemulihan ekonomi masyarakat berdampak.

Pemko akan mengguyurkan beberapa Jaringan Pengaman Sosial (JPS) kepada masyarakat yang terpaksa dirugikan karena pelaksanaan PPKM Level IV di Siantar.

"Total dana yang dikumpulkan dari refocussing Rp 53 miliar. Ini dipergunakan untuk penanganan Covid-19, pemberian jaring pengaman sosial seperti sembako dan uang cash kepada warga yang terdaftar di DTKS, namun belum menerima bantuan dari pemerintah pusat, atau terdaftar sebagai PKH tapi rekeningnya 0," kata Sholeh.

"Kemudian bantuan kepada pekerja pekerja yang ditutup karena PPKM Level IV dan kemudian pemulihan ekonomi seperti memberikan insentif untuk relawan tenaga kesehatan," tambahnya.

Selain itu, Pemko Siantar juga akan memberi insentif kepada pasien isolasi di rumah isolasi terpusat dengan nilai Rp 300 ribu/orang. 

Kemudian insentif bagi warga yang diisolasi di rumah isoter sebesar Rp 300 ribu per orang. Insentif ini diberikan kepada yang bersangkutan sebagai pengganti waktu produktifnya saat menjalani aktivitas normal.

Sholeh mengatakan refocussing ini sudah sah untuk dijalankan Satgas Covid-19 maupun dinas-dinas terkait untuk menangani Covid-19 di kota Siantar. "Semuanya sudah dianggarkan atau di-Perwa-kan," tutupnya.

(alj/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved