Breaking News:

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir, Terkonfirmasi Positif Bertambah 13 Kasus

Sementara, pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 99 orang dan yang meninggal bertambah 1 orang.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Satgas Covid-19 Kabupaten Toba saat melaksanakan prosesi pemakaman pasien positif Covid-19 di pemakaman umum yang ada di Kabupaten Toba beberapa waktu lalu.(TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI) 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR - Data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir pada Jumat (27/8/2021), yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 13 kasus. 

Sementara, pasien Covid-19 yang sembuh sebanyak 99 orang dan yang meninggal bertambah 1 orang.

Dengan demikian, kasus aktif positif Covid-19 saat ini adalah 126 kasus. 

"Bupati Samosir selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Samosir menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya satu warga terpapar Covid-19 dan meninggal dunia di rumah saat menjalani isolasi mandiri," ujar Kadis Kominfo Kabupaten Samosir Rohani Bakkara saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Sabtu (28/8/2021). 

Ia menyampaikan bahwa Satgas Covid-19 Samosir bersyukur angka kesembuhan yang cukup tinggi pada Jumat (27/8/2021) yang mencapai angka 99 kasus dan angka kasus aktif saat ini adalah 126 kasus. 

"Kiranya tren kesembuhan ini tetap meningkat dari hari ke hari yang diikuti sedikitnya angka kasus konfirmasi positif setiap harinya," terangnya. 

Baca juga: Cerai dari Ahmad Dhani, Ayah Maia Estianty Ungkap Penyesalan Saat Putrinya Malah Nikahi Irwan Mussry

"Covid-19 ada di tengah-tengah kita dan memiliki potensi bertransmisi melalui interaksi yang kita lakukan. Namun, jika kita melakukan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten, maka potensi transmisi melalui droplet orang terpapar dapat dicegah. Sekali lagi, ujiannya adalah disiplin melakukan protokol kesehatan dan menjauhi sikap abai atau rasa aman palsu selama pandemi ini," sambungnya. 

Bagi para terpapar, Satgas berkewajiban melakukan telusur kontak erat melalui testing dan merekomendasikan isolasi mandiri atau perawatan di rumah sakit. 

"Jika isolasi mandiri, maka Pemerintah Desa (Pemdes) dan Kelurahan memiliki tanggung jawab melakukan penyekatan di sekitar tempat tinggal para warga terpapar dalam rangka pengendalian," tuturnya.

"Jika direkomendasikan untuk dirawat di rumah sakit, maka RSUD dr. Hadrianus akan menindaklanjutinya melalui rekomendasi tindakan medis," sambungnya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved