Breaking News:

Pedagang Pasar Lelo Mengamuk, Akses Masuk Mendadak Ditutup Satgas Penanganan Covid-19

Pedagang Pasar Lelo terlibat cekcok dengan Satgas Penanganan Covid-19 yang menutup akses masuk pasar

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID
Pedagang Pasar Lelo Sei Rampah marah akses jalan masuk di tutup, Minggu (29/8/2021).(TRIBUN MEDAN/M ANIL RASYID) 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Puluhan pedagang Pasar Lelo di Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) mengamuk pada Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Sergai.

Pasalnya, Satgas Penanganan Covid-19 Sergai menutup akses masuk pasar, Minggu (29/8/2021) pagi.

Menurut pedagang, tindakan yang dilakukan petugas sudah kelewatan.

Baca juga: Polres Sergai Bubarkan Paksa Pesta Adat Pemakaman yang Digelar Warga

Tidak hanya menutup akses masuk pasar dengan traffic cone, pedagang juga diwajibkan jalani test swab antigen dan menunjukkan surat vaksin.

Karena hal ini, pedagang pun mendatangi Camat Sei Rampah, Nasaruddin Nasution.

"Tolong pak camat, kami mau jualan cari makan, tapi kenapa jalan tersebut ditutup, sementara pasar yang lain tetap buka," triak seorang pedagang.

Baca juga: Batu Nongol, Lokasi Wisata di Sergai yang Tawarkan Keindahan Alam Khas Pegunungan

Tidak hanya mendatangi camat, para pedagang kembali mendatangi Kadis Perindagsar Kabupaten Serdang Bedagai, Karno Siregar.

Pedagang meminta kejelasan kadis pasar terkait larangan mereka jualan di pasar Lelo.

"Masalahnya apa pak, kok kami tidak boleh jualan, jangan pilih kasih dong, kalau kalian minta retribusi, kami siap memberikan, tapi bukan seperti ini caranya," ucap pedagang.

Seorang pedagang, boru Manurung mengatakan, dirinya sudah sembilan tahun berdagang di pasar Lelo, tapi kenapa baru sekarang pemerintah menutup pasar Lelo dengan dalih takut menjadi tempat kluster baru.

Baca juga: Update Covid-19 Sergai: Kasus Positif Bertambah 75 Orang, Total 1.790 Kasus

"Kok baru sekarang ditutup, kenapa tidak dari dulu, lucunya mereka berdalih takut menjadi tempat kluster baru," ujar Manurung.

Kapolres Serdang Bedagai, AKBP Robin Simatupang mengatakan, pemerintah tidak melarang pedagang berjualan di Pasar Lelo, tapi membantu masyarakat berjualan di tempat yang telah ditentukan, nyaman, tidak dipungut biaya dan sesuai protokol kesehatan.

"Tidak dilarang mereka berdagang, hanya dilakukan untuk mencegah kluster baru, sementara pemerintah sudah menyediakan tempat yang baru tanpa dipungut biaya," ucap Robin. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved