Breaking News:

News Video

Bobby Nasution Sebut Dampak PPKM Level 4 di Medan Paling Dirasakan Pelaku UMKM

Bobby mengimbau para pelaku UMKM di Kota Medan untuk mengikuti setiap pendataan yang dilakukan oleh dinas terkait. Hal tersebut untuk memudahkan

Penulis: Rechtin Hani Ritonga | Editor: heryanto

Bobby Nasution Sebut Dampak PPKM Level 4 di Medan Paling Dirasakan Pelaku UMKM

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat merasakan dampak terhadap penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Kota Medan.

Oleh sebab itu, Bobby mengatakan pihaknya memfokuskan perhatian kepada para pelaku UMKM yang ada di Medan.

"Dampak ekonomi itu semuanya hampir terkena dampak, tapi yang perlu kita perhatikan sekali yang pertama itu adalah para pelaku UMKM karena mereka kalau tidak jualan hari ini enggak bisa makan besok, dagangannya hari ini enggak laku besok belum tentu bisa makan," ujar Bobby, Senin (30/8/2021).

Bobby mengatakan, Pemko Medan saat ini berusaha menjadi jembatan bagi para pelaku UMKM untuk dapat memasarkan produknya lebih luas lagi.

"Pemerintah Kota Medan mencoba hari ini menjadi market (bagi pelaku UMKM), karena bagaimana pun kita bilang pemulihan ekonomi bukan hanya dari pedagangnya, tapi pembelinya juga harus kita perbaiki karena daya belinya itu turun," tuturnya.

Dikatakannya, penerapan market place bagi pada pelaku UMKM yang dilakukan Pemko Medan dengan cara menyediakan E-katalog. Sehingga kebutuhan makan dan minum dari setiap kegiatan Pemerintahan bisa memanfaatkan produk UMKM.

"Kami punya anggaran untuk biaya makan minum itu tinggi, puluhan miliar, makanya kami beli dari para pelaku UMKM biar puluhan miliar itu masuknya ke UMKM," katanya.

Bobby mengimbau para pelaku UMKM di Kota Medan untuk mengikuti setiap pendataan yang dilakukan oleh dinas terkait. Hal tersebut untuk memudahkan program E-Katalog.

"Makanya saya selalu sampaikan kepada para pelaku UMKM kalau misalnya pada saat pendataan ayolah ikut pendataan. Walaupun katanya 'ini didata terus tapi kegiatannya tidak ada apa-apa' ya ini kegiatannya nanti kita buat," tuturnya.

"Yang didata ini akan kita masukkan ke E-katalog nanti misalnya satu Kecamatan ada kegiatan makan dan minumnya wajib beli dari pelaku UMKM yang ada di wilayahnya, biar membantu UMKM di situ," ungkapnya.

Ia mencontohkan seperti di Kecamatan Tuntungan yang memiliki Kampung Tape.

"Ya makannya makan tape di situ, bukan makan siang atau makan malamnya tapi cemilannya untuk rapat ya makan itu jangan yang ada setiap simpang ada toko roti yang ada itu-itu saja dibeli," katanya.

Selain para pelaku UMKM yang terdampak, Bobby juga menyinggung sulitnya membangkitkan sektor pariwisata di masa pandemi.

"Untuk persiapan (kawasan kesawan) walaupun belum diperbolehkan tapi tenantnya harus dipersiapkan. Siapapun tenant yang masuk ke situ otomatis dia jadi rekanan di Pemko Medan. Dan ini sudah dipersiapkan hanya kendalanya masih di pembatasan kegiatan di masa pandemi ini," katanya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved