Breaking News:

Guru Diminta Ajarkan Pentingnya Prokes, 90 Persen Sekolah di Karo Siap Pembelajaran Tatap Muka

Harus ditekankan bagi siswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan.

Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Karo meminta kepada para guru agar memberikan pemahaman dan pengajaran tentang pentingnya menerapkan protokol kesehatan bagi pada siswa.

Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan Kabupaten Karo, Eddi Surianta Surbakti mengatakan, jika rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas jadi digelar, pihaknya meminta pemahaman ini menjadi hal utama yang harus disampaikan. Terlebih, ketika proses PTM terbatas dimulai maka selain pemahaman seluruh guru juga diminta untuk memberikan contoh nyata bagi para muridnya.

"Harus ditekankan bagi siswa untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan. Selain diberikan pemahaman, juga harus diberi contoh," katanya, Senin (30/8/2021).

Eddi menjelaskan, hal ini disampaikannya karena beberapa saat lalu ketika dirinya melakukan monitoring masih ada siswa yang tidak menggunakan masker saat mengambil tugas ke sekolah. Selain itu, dirinya juga sempat mendengar beberapa laporan yang mengatakan hal serupa.

Ketika ditanya sudah betapa persen sekolah yang siap untuk melaksanakan PTM terbatas, ia menjelaskan jika berdasarkan laporan dari aplikasi pihaknya melihat sekitar 90 persen sudah menyatakan siap. Namun, karena tidak ingin gegabah dirinya menegaskan kepada sekolah agar benar-benar mempersiapkan segala sesuatu dengan matang.

Karena sesuai dengan instruksi, jika nantinya terdapat siswa yang terpapar Covid-19 saat proses PTM terbatas, maka sekolah akan kembali ditutup. Selain itu, baik siswa lainnya maupun para guru akan ikut dilakukan tracing untuk mencegah virus menyebar.

Baca juga: Rencana Pembelajaran Tatap Muka Terbatas, Disdik Karo Akan Koordinasi Dengan Pemkab

Koordinasi dengan Pemkab

KADIS Pendidikan Kabupaten Karo, Eddi Surianta Surbakti mengatakan, pihaknya telah menerima Instruksi Gubernur (Ingub). Pihaknya juga telah membahas perihal rencana tersebut secara internal. Kemudian, nantinya pihaknya tetap akan berkoordinasi dengan Pemkab Karo perihal rencana PTM terbatas.

"Kita sudah menerima Ingub tentang PTM terbatas di wilayah yang berada pada zona PPKM level tiga, dua, dan satu, diperbolehkan untuk dilakukan PTM terbatas. Karena Kabupaten Karo masuk PPKM level tiga jadi boleh, tapi akan kita koordinasikan dengan Pemkab," ujar Eddi.

Edi menjelaskan, hal ini dikarenakan di dalam Ingub tersebut pemerintah daerah memiliki peranan untuk memutuskan apakah di daerahnya diperbolehkan dilakukan PTM terbatas. Nantinya pihaknya juga akan meminta arahan dari Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Karo untuk mengetahui daerah mana saja yang aman untuk dilangsungkan PTM terbatas.

"Harus ada izin dari pemerintah setempat. Dan meskipun kita berada di level tiga, sesuai dengan aturan bagi sekolah yang ada di kecamatan dan desa yang masuk zona merah, dilarang untuk dilakukan PTM," ucapnya.

Eddi menjelaskan, sesuai dengan surat Instruksi Gubernur ini, bagi daerah yang diperbolehkan untuk dilangsungkan proses PTM terbatas, juga memiliki beberapa persyaratan. Untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), hanya 50 persen siswa yang diperbolehkan melakukan PTM terbatas dalam satu hari.

"Sedangkan untuk tingkat PAUD, hanya 35 persen. Itupun setiap siswa hanya diperbolehkan mengikuti PTM terbatas di sekolah selama dua hari dalam satu minggu. Dan tiap pertemuan, hanya 60 menit setiap pembelajaran," katanya.(cr4/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved