Breaking News:

Keterbatasan Vaksin, tak Ada Vaksinasi untuk Pelajar di Deliserdang

Saat ini banyak masyarakat yang kecewa karena terlalu lama menunggu untuk dapat dosis kedua Sinovac.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN
PELAJAR menerima suntikan vaksinasi COVID-19 saat pelaksanaan vaksinasi Massal untuk pelajar dosis ke 2 di SMU Negeri 1, Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/8/2021). Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Medan melakukan vaksinasi dosis ke dua untuk pelajar yang tujuannya untuk pembentukan herd immunity atau kekebalan kelompok di kalangan pelajar.TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI 

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Menjelang pembelajaran tatap muka dengan pembatasan, Pemkab Deliserdang belum bisa melakukan penyuntikan vaksin terhadap para pelajar. Hal ini lantaran keterbatasan logistik vaksin yang masih kurang.

" Belum bisa kita lakukan vaksinasi secara khusus untuk pelajar karena vaksin kita saja itu tidak ada. Kalau untuk yang dibawah 18 tahun kebawah itu hanya bisa Sinovac, ssementara vaksin kita yang ada ini itu hanya Moderna. Moderna ini tidak boleh untuk mereka para pelajar,"ucap Kadis Kesehatan Kabupaten Deliserdang, dr Ade Budi Krista Senin, (30/8/2021).

dr Ade menyebut saat ini sudah ada juga sejumlah pelajar yang juga sudah divaksin karena sasaran anak remaja juga sudah dijalankan saat Sinovac masih ada. Saat ini juga banyak warga yang sudah divaksin Sinovac dosis pertama tapi belum bisa divaksin dosis kedua. Vaksin Moderna yang saat ini dimiliki oleh Dinkes jumlahnya juga cukup terbatas.

"Ada sekitar 50 ribu orang lagi orang yang belum mendapatkan dosis kedua Sinovac. Nggak boleh dia yang pertama pakai Sinovac dan yang kedua pakai Moderna. Belum tahu kita kapan lagi Sinovac ini akan datang,” kata dr Ade.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Deliserdang ini menyebut saat ini banyak masyarakat yang kecewa karena terlalu lama menunggu untuk dapat dosis kedua Sinovac.

Kekecewaan itu pun dilampiaskan kepada pegawai-pegawai yang ada di Puskesmas-puskesmas. Ia pun paham dengan apa yang dirasakan masyarakat karena disadarinya ada yang memang sudah dua bulan divaksin dosis pertama dan sekarang belum mendapatkan vaksin kedua.

"Kalau pun nanti datang paling 1000 atau 5 ribu Sinovacnya. Ya kalau datang kita prioritaskan untuk dosis kedua dulu. Kalau untuk pelajar belum bisa. Sama-sama penting memang. Tapi kalau terlalu lama dosis kedua kan nggak cocok juga apalagi sampai tiga bulan menunggu,"ucap dr Ade.

Baca juga: RSUP Haji Adam Malik Gelar Vaksinasi Hingga 7 September 2021, 500 Orang Per Hari

Sejumlah warga Kabupaten Deliserdang mengaku sudah merasakan bagaimana letihnya vaksinasi Covid untuk dosis kedua. Ngadino, warga Tanjung Morawa mengatakan untuk bisa vaksin dosis kedua ia harus berkeliling. Disebut jarak antara vaksin pertama dengan kedua lebih dari dua bulan lamanya.

"Terakhir kemarin itu saya divaksin di RSUD Deliserdang. Begitu ada dapat informasi saya langsung ke sana. Banyak memang kegiatan vaksin di Tanjung Morawa tapi untuk vaksin kedua yang Sinovac memang capek kali kemarin. Setiap ditanya ke Puskesmas barangnya kosong," ucap Ngadino.

Ngadion mengaku juga sudah sering mendatangi kegiatan vaksin-vaksin yang diselenggarakan secara massal. Namun saat didatangi sudah tidak kebagian untuk mendaftar.”Saya heran mengapa ketika niat masyarakat yang sudah begitu antusias untuk vaksin tidak dibarengi dengan stok vaksin yang memadai,” katanya.(dra/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved