Breaking News:

Penyanyi-Komedian Sergai Jalan Kaki ke Medan Protes Perpanjangan PPKM

Sebelumnya, ia juga sudah menjumpai Ketua DPRD Serdangbedagai dr. M Riski Ramadhan Hasibuan untuk menyampaikan keluhan para seniman.

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Liston Damanik
Facebook/Amara Enjoi
Penyanyi dan komedian asal Serdangbedagai Amara Enjoi berjalan kaki dari Serdangbedagai ke Medan memprotes perpanjangan PPKM. 

TRIBUN-MEDANA.com, SERGAI -  Seniman asal Serdangbedagai, Amara Enjoi, berjalan dari Kantor Bupati Sergai sampai Kota Medan untuk memprotes pemerintah yang memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat hingga 6 September.

Pria yang bekerja sebagai penyanyi, komedian, MC, dan badut ini, berjalan kaki ke Kota Medan pada 26 Agustus lalu.

Sebelumnya, ia juga sudah menjumpai Ketua DPRD Serdangbedagai dr. M Riski Ramadhan Hasibuan untuk menyampaikan keluhan para seniman.

"Saya sudah resah dengan kondisi sekarang ini. Saya sebelumnya bernazar kalau PPKM diperpanjang lagi, saya jalan kaki dari Kantor Bupati Serdangbedagai sampai Kota Medan tepatnya di Amplas. Dan nyatanya memang diperpanjang, maka saya lakukan nazar saya ini," ujarnya, Senin (30/8/2021).

Amara mulai berjalan kaki dari depan Kantor Bupati Serdangbedagai pukul 10.30 WIB dan sampai di Kota Medan pukul 18.00 WIB.

"Sewaktu itu saya ada buat video di Facebook, kalau di perpanjang PPKM saya akan bernazar akan berjalan kaki dari kantor Bupati Sergai ke Kota Medan. Jadi saya buktikan, saya enggak berbohong," ujar Amara. 

Menurut Amara, pemerintah tidak membantu seniman pada masa PPKM.

"Kami tidak bisa bekerja. Bantuan tidak ada. Banyak yang mau kami bayarkan, seperti angsuran sepeda motor dan kebutuhan untuk keluarga. Kalau pun ada bantuan, seberapa lah," ucapnya. 

Amara juga berharap bisa bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara agar ia bisa menyampaikan keluh kesahnya.

"Saya berharap bisa ketemu Pak Gubernur, biar bisa Pak Gubernur memberikan solusi yang terbaik buat kami para seniman. Karena kami saat ini tidak bekerja. Uang simpanan juga pun habis, saya ingin berjumpa Bapak Gubernur Sumut," ujar Amara.

"Yang atasan sana enak. Mereka tidak bekerja tapi ada gaji bulanan. Tapi kami ini rakyatnya bagaimana? Yang tidak punya pekerjaan bagaimana? Coba dipikirkan," sambungnya.

Ia berharap pemerintah dapat mengizinkan warga untuk menggelar acara sehingga mereka bisa dipanggil untuk ikut mengisi acara.

"Itukan ada protokol kesehatan. Ada batasannya, jadi saya rasa tidak ada masalah untuk kami bernyanyi lagi," ujar Amara. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved