Breaking News:

Polres Toba Gelar Perkara ke Pihak Polda Terkait Kasus Selamat Sianipar yang Sempat Viral

Walaupun sudah dilakukan penyelidikan kasus ini, pihaknya belum ada menetapkan tersangka atas penganiayaan Salamat Sianipar tersebut.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Dua pengacara keluarga Selamat Sianipar yakni Jeremia Hutapea dan Alex Gultom saaat berada di rumah duka pada Senin (2/8/2021).  

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA - Setelah viral di media sosial (medsos) penganiayaan seorang terkonfirmasi positif Covid-19 Selamat Sianipar, hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan.

Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar menyampaikan bahwa pihak akan lakukan gelar perkara tersebut.

"Sampai sekarang kita masih terus lakukan penyelidikan kasus ini. Ini akan digelar di Polda," ujar Kasat Reskrim Polres Toba AKP Nelson Sipahutar saat dikonfirmasi tribun-medan.com pada Senin (30/8/2021).

Walaupun sudah dilakukan penyelidikan kasus ini, pihaknya belum ada menetapkan tersangka atas penganiayaan Salamat Sianipar tersebut.

Baca juga: TERNYATA Buah Naga Bisa Hilangkan Jerawat hingga Mencegah Penuaan Dini, Solusi Kecantikan Wanita

"Untuk tersangka belum ada yang kita amankan. Itu akan digelar di Polda secepatnya. Suratnya sudah kita masukkan, kita tinggal menunggu dari Polda," terangnya.

"Kita tetap lidik ya. Nanti akan kita informasikan bagaimana perkembangannya lagi," sambungnya.

Terpisah, pengacara keluarga Selamat Sianipar, Jeremia Reynovan Hutapea menjelaskan bahwa pihaknya terus menunggu penanganan dari pihak kepolisian.

"Sampai detik ini, terkait perkembangan kasus almarhum selamat sianipar masih dalam proses lidik," terang Jeremia Reynovan Hutapea.

"Dari koordinasi PH dengan pihak polres toba  terakhir kali, diberitahukan oleh pihak polres toba bahwa akan ada gelar perkara di Polda," sambungnya.

Ia juga mengatakan bahwa penetapan tersangka atas penganiayaan Selamat Sianipar.

"Namun sampai detik ini belum ada berjalan proses gelar perkara tersebut dengan kata lain perkara ini masih ditahap lidik dan belum sampai pada proses sidik atau penetapan TSKnya," sambungnya.

Baca juga: Buah Naga Cocok Jadi Camilan Bagi Orang yang Lagi Program Diet

Ia berharap proses hukum atas kasus tersebut sesuai undang-undang yang berlaku.

"Harapan saya sebagai salah satu PH dari tim kuasa hukum, agar proses hukum dalam kasus almarhum Selamat Sianipar berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku dan tidak menyimpang dari tujuan adanya hukum itu sendiri," terangnya.

"Agar adanya rasa keadilan dan kepastian hukum untuk masyarakat di Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Toba ini," pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved