Breaking News:

Setelah Bekerja Keras Turunkan Penyebaran Covid-19, Pengamat Ini Memuji Bobby Nasution

Pengamat Kesehatan Kota Medan, Dr dr Delyuzar mengatakan, manajemen Wali Kota Medan, Bobby Nasution.

Editor: jefrisusetio
TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA
Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sangat merasakan dampak terhadap penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang diterapkan di Kota Medan.(TRIBUN MEDAN/RECHTIN HANI RITONGA) 

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution menyediakan tempat isolasi  terpusat (isoter),  penerapan isolasi lingkungan serta penyediaan mobil vaksinasi keliling  untuk melayani warga  vaksinasi hingga tingkat lingkungan guna terwujudnya herd immunity.

Termasuk, memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen sehingga kapan saja dibutuhkan masyarakat dengan mudah mendapatkannya. Hal ini menunjukkan Bobby Nasution berhasil dalam memanejemen  ketersediaan obat-obatan dan oksigen di Kota Medan.

Salah satu  upaya yang dilakukan Bobby Nasution untuk memastikan ketersediaan obat-obatan dan oksigen dengan membentuk satuan tugas (satgas) obat dan  oksigen. Satgas itu ditugaskan untuk memantau ketersediaan obat-obatan dan  oksigen.

Di samping itu Pemko Medan melalui OPD terkait terus berkoordinasi dengan rumah sakit untuk memastikan ketersediaan obat maupun oksigen.

Saat ini ketersediaan obat-obatan dan oksigen masih terpenuhi  meskipun ada beberapa jenis obat  yang tidak ditemui di sejumlah apotik.  Sejauh ini, orang nomor satu di Pemko Medan itu belum pernah mendengar laporan yang begitu massif mengenai kelangkaan obat, oksigen serta peralatan medis yang dibutuhkan untuk menangani pasien COVID-19.

Selain itu guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan obat-obatan dan oksigen, Bobby Nasution juga telah menyampaikan  kepada pihak terkait. Seperti Menko Perekonomian dan  Kementrian Kesehatan  agar ketersediaan obat dan oksigen di Kota Medan tidak kurang.

“Saat kunjungan yang dilakukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Menko Perokonomian, Menteri Kesehatan, bahkan Bapak Panglima TNI dan Kapolri telah kita sampaikan dan mohonkan agar tidak terjadi kelangkaan obat dan oksigen di Kota Medan,” katanya. 

Sementara itu data diperoleh dari Plt Kadis Kesehatan Kota Medan Mardohar Tambunan, Rabu (25/8), menyebutkan hingga kemarin, Selasa  (24/8), stok oksigen di 35 rumah sakit yang ada di Kota Medan saat ini sebanyak 64.134 m³.

Sedangkan stok obat yaang terdiri dari multivitamin memiliki stok sebanyak 1.274.664 tab (tersedia di instalasi farmasi dinas kesehatan, puskesmas dan apotek), Azitromisin memiliki stok sebanyak 31.124 tab (tersedia di Puskesmas dan Apotek).

Lalu, Favifiravir memiliki stok sebanyak 60.740 tab (tersedia di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan, Puskesmas dan Apotek), Oseltamivir memiliki stok sebanyak 15.897 tab (tersedia di Puskesmas dan Apotek).  Artinya, jelas Mardohar, stok obat-obatan dan oksigen di Kota Medan masuk dalam kategori aman dan tersedia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved