Breaking News:

Setelah Berkantor di Kecamatan Zona Merah Covid-19, Dua Akademisi Beri Catatan untuk Bobby Nasution

Kepala Program Studi Magister Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas HKBP Nomensen, Marlan Hutahaean

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyapa warga di Kecamatan Medan Johor Usai Meninjau Acara Vaksinasi. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Program Studi Magister Ilmu Administrasi Program Pascasarjana Universitas HKBP Nomensen, Marlan Hutahaean mengatakan, Wali Kota Medan, Bobby Nasution sangat berani berkantor di kecamatan zona merah. 

Ia memuji gebrakan menantu Presiden Joko Widodo ini yang pengin menurunkan penyebaran Covid-19 di kecamatan yang selama ini berada di zona merah. 

“Itu adalah strategi yang tepat. Ini juga menjadi bukti dan wujud bahwa Wali Kota adalah pimpinan yang berani, cepat tanggap, bertanggung jawab dan sangat responsive dalam menangani suatu masalah. Apa yang dilakukan Wali Kota ini merupakan langkah yang baik,” kata Marlan. 

Agar pengimplementasiannya berjalan optimal , Marlan berharap agar Wali Kota mengedepankan pendekatan collaboration governance dan participant governance. Artinya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dan harus melibatkan semua pihak, terutama masyarakat dalam penanganan Covid-19 tersebut.

“Masyarakat harus didorong untuk ikut serta ambil bagian dalam penanganan Covid-19. Misalnya dengan membentuk kelompok relawan untuk mengedukasi tentang Covid-19. Hal ini, saya rasa bisa membantu tugas pemerintah sehingga manfaatnya juga bisa sampai dan dirasakan hingga ke akar rumput,” ujarnya. 

Selain itu, kata Marlan, sebagai seorang akademisi, dirinya berharap Pemko Medan dapat menghadirkan aplikasi pelaporan kasus Covid-19 yang bisa digunakan masyarakat untuk melaporkan kasus yang terjadi di sekitarnya.

“Kita berharap kemudahan akses data Covid-19 bisa didapatkan, terlebih bagi para akademisi karena itu cukup penting untuk bisa dianalisis,” katanya. 

Sedangkan, Suyadi San, seorang budayawan Kota Medan menilai, apa yang dilakukan Bobby Nasution menunjukkan etos kerja yang patut ditiru seluruh elemen perangkat daerah hingga ke level paling bawah. Apa yang dilakukan Wali Kota, terang pria pendiri Teater GENERASI ini, tentunya harus diapresiasi.

"Kalau bisa, tidak hanya saat zona merah Covid-19 saja. Kecamatan rawan banjir, kemacetan, dan lumbung sampah juga perlu "diduduki" Wali Kota. Pimpinan yang gerak cepat (gercep) dan menunjukkan etos kerja seperti ini perlu ditradisikan. Karena, setiap pemimpin akan jadi teladan bagi bawahannya," ungkapnya. 

Sebelumnya, Wali Kota Medan, Bobby Nasution berkantor di kecamatan yang berada di zona Covid-19. Satu di antaranya Kecamatan Medan Helvetia. Selama satu pekan, ia berkantor serta melihat langsung jajarannya untuk menekan penyebaran Covid-19

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved