Breaking News:

Tiga Hari Penyekatan Dilonggarkan, Pedagang Karya Wisata Sebut tak Berguna

Dirinya biasanya beroperasi mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari, tergantung jumlah porsi dagangan yang laku dijual.

Penulis: Almazmur Siahaan | Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
TRIBUN MEDAN/ FREDY
CAMAT Medan Johor Zul Fakhri Ahmadi (kiri), bersama Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sony Siregar (kanan), saat menjelaskan soal permintaan warga agar pos penyekatan tidak lagi diperpanjang, di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor, Kelurahan Pangkalan Masyur, Jumat (27/8/2021) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Meski penyekatan di Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor sudah mulai dilonggarkan selama tiga hari, para pedagang yang mulai beroperasi di malam hari mengaku tidak merasakan dampaknya sama sekali.

Seorang pedagang burger dan kebab, Mulia Mustakim mengatakan, dirinya biasanya beroperasi mulai pukul 17.00 WIB hingga malam hari, tergantung jumlah porsi dagangan yang laku dijual.

"Kalau sampai jam 10 malam samaku sama saja itu, enggak bisa juga masuk mobil. Karena kita berharapnya kan sama pengendara mobil yang lewat dari sini. Kalau orang sini kan paling sesekali saja beli Burger, enggak terus-terusan,” kata Mulia, Senin (30/82021).

"Banyak orang luar juga yang beli biasanya. Kalau ditutup gini ya mana ada orang luar lewat. Sama saja enggak ada ngaruhnya. Memang beli burger ini kan siang mana ada, memang biasanya belinya malam,” lanjutnya.

Dikatakannya, omset per hari yang bisa ia dapatkan sebelum diberlakukannya penyekatan di Jalan Karya Wisata paling sedikit Rp 500 ribu. Namun, sejak diberlakukannya penyekatan, omset yang ia dapat per hari hanya sekitar Rp 140 ribu hingga Rp 300 ribu.

Baca juga: Camat Medan Johor Beri Kelonggaran Penyekatan di Pos Isolasi Lingkungan Usai Digeruduk Warga

Pedagang lainnya, Viki menjelaskan, hampir seluruh pedagang mengalami penurunan omset sebesar 50 persen sejak diberlakukannya penyekatan di lokasi tersebut. Menurut para pedagang, alasan yang dikatakan Camat Medan Johor, Zulfakhri terkait penyekatan di Jalan Karya Wisata tidak masuk akal.

"Alasan Camat kemarin katanya karena di sini ramai. Sebenarnya enggak logika juga, di Jalan Karya Jaya lebih ramai. Tidak usah jauh-jauh Komplek J City ini saja selalu ramai," kata Viki.

Pantauan Tribun Medan, Jalan Karya Wisata yang biasanya terlihat ramai lalu lalang pengendara, sekarang terlihat sepi. Hanya pengendara sepeda motor yang diperbolehkan melintas. Sementara, pengendara mobil terpaksa harus melewati jalan lain. (cr1/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved