Breaking News:

BMKG Sebut Hasil Pertanian Dataran Tinggi Kemungkinan Akan Jauh Lebih Baik Lantaran Iklim yang Bagus

BMKG mengungkapkan bahwa mulai September hingga akhir tahun 2021, sektor pertanian akan mengalami pertumbuhan positif

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
HO
Dalam rangkaian kunjungannya di Provinsi Kalimantan Selatan, Jumat (20/8), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meninjau pertanian komoditas tanaman hortikultura dan menyempatkan diri untuk berdialog dengan para petani. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Kondisi pertanian di Sumatera Utara saat ini sedang dalam keadaan bagus.

Kepala Stasiun Klimatologi Deliserdang Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Syafrinal mengungkapkan bahwa mulai September hingga akhir tahun 2021, sektor pertanian akan mengalami pertumbuhan positif.

"Untuk pertanaman memang kita harus pertimbangkan kondisi iklim. Kalau untuk dataran tinggi ini sangat bagus, kalau untuk dataran rendah memang harus kita hindari untuk mengurangi resiko," ungkap Syafrinal, Selasa (31/8/2021).

Baca juga: Dinas Pertanian Karo Catat Adanya Penurunan Luas Tanaman Jeruk, Berikut Penyebabnya

Saat dikonfirmasi kepada Kabid Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, M. Juwaini membenarkan dan saat ini sedang mengejar tanam untuk periode bulan September.

"Sekarang ini kita lagi mengejar tanam untuk periode September 2021. Alhamdulillah seluruh kabupaten/kota sedang ada hujan sehingga kebutuhan air cukup," ujar Juwaini.

Berdasarkan penjelasan dari Juwaini, saat ini padi, jagung, dan holtikultura lainnya masih menjadi tanaman prioritas.

Sementara itu, Juwaini menargetkan untuk luas tanaman padi periode Oktober 2020-September 2021 sebesar 850 ribu hektare bisa tercapai. 

Baca juga: Ekspor Hasil Pertanian Sumut Terkendala Kontainer Ekspor

"Untuk target kita dalam satu tahun ini 850 ribu hektar dan saat ini kita sudah mencapai 70-80 persen dari target, kita sedang mengejar 20 persen lagi hingga September ini," jelasnya.

Artinya, saat ini sudah ada sekitar 680 ribu hektar lahan tanam padi di Sumut yang tersebar di masing-masing kabupaten/kota.

Seperti diketahui, sektor pertanian saat ini terus mengalami pertumbuhan positif. Hal ini terbukti dengan gencarnya ekpor Sumut yang mendominasi dari sektor pertanian.

Tak hanya itu, hal ini juga dilihat dari data Bank Indonesia dengan sektor pertanian yang meningkat sebesar 21,82 persen yang terbesar mendukung pertumbuhan ekonomi di Sumut.

Baca juga: Dampak Erupsi Gunung Sinabung, Lahan Pertanian Rusak Terpapar Abu dan Kerikil

"Sektor pertanian ini menjadi sektor yang paling tinggi untuk pertumbuhan positif. Kalau bicara kendala pasti ada, tapi kita minimalisir dengan pendampingan dari penyuluh kita di lapangan untuk bisa dicarikan solusinya," tutur Juwaini.

Sementara itu pertanian yang kini menjadi primadona sebagai komoditi ekspor, Juwaini dan stake holder pertanian lainnya sedang gencar untuk meningkatkan produksi.

"Kita saat ini mengejar dari sisi produksi agar sektor lainnya juga bisa berkembang seperti sektor ketahanan pangan juga. Kita dari pemerintah juga harus tetap memperhatikan sektor pertanian khusus petani yang dimana saat ini juga terus tumbuh positif walaupun masa PPKM," pungkasnya.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved