Breaking News:

Kisruh Bansos di Nias Selatan

Kades di Nias Selatan tak Salurkan Bansos Karena Alasan Warganya Melanggar Adat

Ada-ada saja alasan kepala desa yang satu ini. Dengan dalih warganya melanggar adat, sang kades tak salurkan bantuan sosial

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Array A Argus
HO
Suasana pembagian BLT DD yang diinisiasi Pemerintah Desa Koendrafo, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nisel pada Jumat (27/8/2021) pekan lalu. (Istimewa) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Liderius Laia, Kepala Desa (Kades) Koendrafo, Kecamatan Lolomatua, Kabupaten Nias Selatan (Nisel) bertindak semena-mena terhadap warganya.

Dengan dalih warga melanggar adat, Liderius Laia tidak menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada satu keluarga di desa tersebut.

Seperti yang disampaikan Arif Kristian Laia.

Menurut Arif, di Desa Koendrafo, hanya keluarganya yang tidak mendapat BLT DD senilai Rp 300 ribu.

Baca juga: Jabiat Sagala Pecundangi Kejari Samosir di Kasus Korupsi Bansos Covid, Begini Reaksi Kejatisu

Padahal, kata Arif, ibunya yang bernama Noriza Waruwu masuk ke dalam daftar penerimaan BLT DD.

Tetapi sampai bantuan diberikan, tidak ada surat undangan dari pihak Pemerintah Desa setempat kepada mereka.

"Seharusnya jangan pula dibawa-bawa urusan pribadi ke dalam pembagian bantuan. Karena cuma keluarga saya saja yang tidak dapat BLT tersebut," kata Arif Senin (30/8/2021).

"Masa kami tidak diundang, tetapi datang untuk menerima bantuan. Etikanya kan tidak baik seperti itu. Yang lain pada dapat (surat undangan). Saya punya bukti kok bahwa keluarga kami ada di daftar penerima. Karena tidak diundang, ngapain pula harus datang," ungkapnya.

Baca juga: Unduh Aplikasi Cek Bansos untuk Mengecek Penerima Bantuan Sosial, Usul, hingga Sanggah

Saat Arif mengonfirmasi perihal tersebut kepada Sekretaris Desa (Sekdes) dan Bendahara Desa Koendrafo mengenai BLT DD keluarganya, perangkat desa di desa tersebut menjelaskan bahwa bantuan untuk keluarga Arif bisa diambil dengan menemui langsung Kades Koendrafo, Liderius Laia.

"Menurut keterangan sekdes dan bendahara, kades-lah yang sengaja menahan BLT untuk keluarga saya. Kalau lah memang alasan kades karena kami pernah melanggar aturan adat atau protokol kesehatan, saya kira itu terlalu mengada-ada,"

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved