Orang Kepercayaan Mantan Rektor UINSU Ternyata Sempat Minta Rp 5 Miliar Diduga Terkait Proyek Gedung

Wakil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek gedung UINSU ternyata sempat minta uang Rp 5 miliar

Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN
Marhan Hasibuan tersangka dalam perkara dugaan korupsi pembangunan gedung kuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) saat memberikan keterangan di Pengadilan Tipikor Medan Senin (30/8/2021).(TRIBUN MEDAN/GITA NADIA PUTRI TARIGAN) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Marudut Harahap, Wakil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam proyek pembangunan gedung kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) ternyata pernah minta uang Rp 5 miliar pada Joni Siswoyo melalui Marhan Said Hasibuan.

Joni adalah Dirut PT Multikarya Bisnis Perkasa.

Dalam sidang lanjutan yang digelar di PN Tipikor Medan pada Senin (30/8/2021) kemarin terungkap, bahwa uang yang diminta Marudut Harahap rencananya akan disetorkan pada mantan Rektor UINSU Prof Dr Saidurrahman.

Baca juga: Begini Alur Uang Korupsi Rp 2 Miliar Bisa Sampai ke Kantong Mantan Rektor UINSU Por Dr Saidurrahman

Hal itu disampaikan saksi Marhan Said Jasibuan ketika dicecar jaksa. 

"Coba jelaskan, di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) di kepolisian, bapak mengaku bahwa Marudut awalnya meminta Rp 5 miliar. Apa benar ini ?," tanya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Henry Sipahutar dari Kejati Sumut.

Sempat terlihat bingung dan tak mengakui isi BAP, Marhan akhirnya mengaku bahwa benar awalnya Marudut, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan Saidurrahman meminta uang Rp 5 miliar kepad dirinya. 

"Iya benar pak. Awalnya Rp 5 miliar. Namun karena uang tidak ada, Joni yang sarankan untuk dikasih Rp 2 miliar saja," jawab Marhan.

Marhan mengaku bahwa uang yang diminta Marudut itu untuk terdakwa Saiduhrahman untuk keperluan perjalanan dinas. 

Baca juga: Mantan Rektor UINSU Prof Saidurrahman Kantongi Rp 2 Miliar dari Korupsi Proyek Pembangunan Kampus

"Kata Marudut, dipinjam rektor (Saiduhrahman) untuk kepentingan perjalanan dinas," ucapnya. 

Setelah seminggu kemudian, lanjut Marhan, dirinya dipanggil Joni untuk memberitahu bahwa uangnya sudah ada. 

"Lalu saya ditelepon untuk menjemput uang itu. Lalu saya jumpai dia dan uang itu sudah dibuatnya di dua kantong plastik dengan total Rp 2 miliar. Setelah itu saya bawa uang itu dan saya antarkan ke kampus UINSU. Disana, saya telepon Marudut untuk ambil uangnya. Lalu Marudut suruh Yusuf Ramadhan untuk ambil uang itu dari saya dan lalu saya serahkan," ucap Marhan. 

Selanjutnya, Marhan pun mengaku bahwa proyek tersebut mengkrak lantaran uang proyek dengan pagu, anggaran sebesar Rp 48 miliar itu digunakan Joni Siswoyo untuk keperluan proyek diluar selain di UINSU. 

Baca juga: Dua Terdakwa Korupsi Pembangunan Kampus II UINSU Senilai Rp 10,3 Miliar Diadili

"Ya keluh kesah Joni bilang begitu. Uang dipakai untuk proyek lainnya," jelasnya. 

Namun, saat dikonfrontir ke terdakwa Joni, terdakwa Joni membantah keterangan Marhan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved