Breaking News:

Beri Contoh Langsung Disiplin Hadapi Covid-19, Bobby Nasution Jadi Teladan

Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung memberi contoh kepada masyarakat tetang disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes)

Penulis: | Editor: Ismail
Dok. Humas Pemko Medan
Bobby Nasution juga terus membangun kolaborasi dengan semua pihak, termasuk unsur TNI dan Polri serta masyarakat agar upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan berjalan maksimal. 

TRIBUNMEDAN.ID, MEDAN - Guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Medan, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung memberi contoh kepada masyarakat tetang disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam menghadapi pandemi Covid-19. Langkah itu dilakukan agar masyarakat dapat mengikutinya dan bersama-sama untuk mengatasi penyebaran virus Corona tersebut. Sebab, prokes merupakan salah satu cara untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Dengan penuh berani, Bobby Nasution turun langsung dan berkantor di Kecamatan Medan Helvetia yang merupakan satu dari lima kecamatan yang masuk zona merah karena angka kasus Covid-19 yang terjadi cukup tinggi. Selain ingin memberi contoh tentang disiplin melaksanakan prokes, Bobby Nasution juga ingin penanganan Covid-19 yang dilakukan di wilayah tersebut maksimal, termasuk penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dengan melakukan isolasi lingkungan.

Bahkan, saat meninjau pelaksanaan isolasi lingkungan di Jalan Gaperta/Jalan Bakti Lingkungan VI, Kelurahan Tanjung Gusta, Bobby Nasution langsung mendatangi warga seraya memberikan maskr bagi warga yang tidak memakai masker. Tak lupa orang nomor satu di Pemko Medan itu mengingatkan kepada masyarakat akan pentingnya disiplin melaksanakan prokes. “Displin melaksanakan prokses merupakan salah satu kunci agar penyebaran Covid-19 di Kota Medan dapat diminimalisir,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Di samping itu Bobby Nasution juga terus membangun kolaborasi dengan semua pihak, termasuk unsur TNI dan Polri serta masyarakat agar upaya penanganan Covid-19 yang dilakukan berjalan maksimal. Sebab, penanganan Covid-19 tidak bisa hanya dilakukan Pemko Medan sendiri , tapi harus didukung penuh semua pihak sehingga dibutuhkan kolaborasi dan kerjasamanya. “Artinya, semua harus punya keinginan yang kuat untuk mengatasi pandemic Covid-19 ini,” ungkapnya.

Keteladanan Bobby Nasution dalam memberikan contoh langsung kepada masyarakat tentang disiplin melaksanakan prokes mendapat respon positif. Selain mengikuti disiplin melaksanakan prokses, masyarakat juga mendukung penuh upaya yang dilakukan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19. Hasilnya pun cukup signifikan, kasus Covid-19 di zona merah pun drastis menurun. Indikasinya terlihat jelas di Kecamatan Medan Helvetia, sebelum Bobby Nasution berkantor di wilayah itu, angka kasus Covid-19 sebanyak 44 kasus perhari, tapi setelah sepekan menantu Presiden Joko Widodo itu berkantor, angka kasus Covid-19 menurun menjadi 9 kasus perhari.

Sikap Bobby nasution yang membri contoh langsung tentang disiplin menghadapi Covid-19 sangat diapresiasi pengamat kesehatan Dr dr Delyuzar M Ked (PA) Sp PA (K). Dikatakannya, apa yang dilakukan Bobby Nasution dapat menjadi contoh bagi warga dalam menekan kasus Covid-19. Di samping itu, harapnya, sikap itu harus juga diikuti dengan terus mendisiplinkan kafe-kafe maupun tempat-tempat yang selalu menjadi kerumunan lainnya sampai Kota Medan tidak masuk zona merah lagi, termasuk menjatuhkan sanksi denda bagi pelanggarnya.

“Yang dilakukan Pak Bobby Nasution dengan memberikan contoh langsung kepada masyarakat tentang disiplin melaksanakan prokes harus kita apresiasi. Itu (contoh) harus memang dimulai dari Pak Bobby . Kita berharap pun kalau berbicara di depan mik, tidak lagi menurunkan masker sehingga dapat dijadikan contoh. Setiap saat harus bermasker walaupun sedang berbicara, saya rasa itu keteladanan yang bagus dilakukan Pak Bobby,” ungkap Delyuzar.

Meskipun kasus Covid-19 mulai turun di zona merah, kata Delyuzar, masih diperlukan banyak pembenahan. Salah satunya, ungkapnya, mendisiplinkan masyarakat yang paling penting. Sebab, edukasi yang diberikan terkadang tidak sepenuhnya sampai ke semua warga. Sebagai contoh, jelas Delyuzar, penggunaan seatbelt (sabuk pengaman). Dikatakannya, dulu banyak orang yang tidak mau menggunakan seatbelt saat mengemudikan mobil. Namun sejak dikenakan denda, katanya, orang-orang mau memakainya. Oleh karenanya, sarannya, denda juga dapat diberikan kepada masyarakat yang tidak mentaati prokes.

Delyuzar selanjutnya mengungkapkan, upaya penurunan angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan sudah dilakukan Bobby Nasution mulai dari hilir dengan menyiapkan tempat isolasi terpusat yang dilengkapi dengan fasilitas cukup baik seperti di ex Hotel Soechi Internasional, Gedung P4TK dan KM Bukit Raya. Namun penanganan dari hilir, lanjutnya, harus juga diikuti dengan penanganan dari hulu, salah satunya dengan mengajak masyarakat untuk disiplin melaksanakan prokes. Untuk mengefektikan hal itu, Delyuzar menyarankan agar Wali kota dapat melibatkan tokoh masyarakat maupun tokoh agama untuk mengajak masyarakat ataupun jemaahnya agar disiplin melaksanakan prokes.

“Dengan contoh yang telah diberikan Pak Bobby Nasution langsung kepada masyarakat agar disiplin melaksanakan prokes dan masyarakat mengikutinya, saya yakin kasus penyebaran Covid-19 di Kota Medan dapat menurun,” ujarnya optimis.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved