Breaking News:

Jual Nama Dinas Kebersihan Kota Binjai, Pelaku Pungli Dibekuk Polisi

Pelaku pungli yang jual nama Dinas Kebersihan Kota Binjai dibekuk petugas lantaran kerap meresahkan pedagang dan masyarakat

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
HO
Polsek Binjai Kota mengamankan pelaku pungli berinisial A (dilingkari merah) yang kerap menjual-jual nama Dinas Kebersihan Kota Binjai.(HO) 

TRIBUN MEDAN.COM,BINJAI- Polsek Binjai Kota menangkap seorang pelaku pungli, dengan dalih meminta uang kebersihan dari Dinas Kebersihan kepada gerai mini market, di Jalan Kartini. 

Mulanya, pelaku memberikan karcis atau kupon bertuliskan uang kebersihan Rp 250 ribu kepada karyawan.

Karena percaya, karyawan gerai waralaba itu kemudian membayarkannya tiap bulan kepada pelaku. 

Namun lama-kelamaan, korban heran dengan pengutipan uang kebersihan itu.

Baca juga: MENYASAR Dugaan Pungli Masuk Sidebuk-Debuk, Bupati Karo Sidak dan Minta Pengutipan Segera Dihentikan

Akibatnya, ia berkoordinasi dengan rekannya, karena kupon tersebut palsu. 

"Ada barang bukti kertas bertuliskan uang yang diamankan dari dia. Saat ini masih kita periksa untuk dimintai keterangan," kata Kapolsek Binjai Kota, Kompol Aris Fianto ketika dikonfirmasi, Rabu (1/9/2021). 

Adapun identitas pelaku, yakni berinisial A (35) warga Desa Diski, Sunggal, Deliserdang.

Tersangka dibekuk Unit Reserse Kriminal Polsek Binjai Kota, kemarin (31/8/2021). 

Baca juga: Dukung Ketegasan Bobby Nasution Libas Pungli Pasien Covid-19 di Rumah Sakit

Kepala Lingkungan II, Muhammad Irsan juga membenarkan ada seorang pria yang diamankan karena diduga melakukan pungli di Alfamart.

Menurut dia, peristiwa ini terjadi pada siang jelang sore hari. 

"Terduga pelaku mengatasnamakan dari Dinas Kebersihan Pemko Binjai. Sekarang sudah diamankan polisi," bebernya. 

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk dapat lebih teliti dan berhati-hati dalam melakukan transaksi.

Baca juga: PUNGLI di Sidebuk-debuk Kembali Marak, Pelaku Cuma Ditangkap Lepas Polisi

Irsan  juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan melaporkan adanya aksi dugaan pungli kepada aparat berwajib. 

"Akibat pungli yang mengatasnamakan Pemko Binjai sangat merugikan kita semua. Karena sudah jelas, tidak menambah PAD bagi Kota Binjai dan perbuatan itu melanggar hukum," tandasnya. (wen/tribun-medan.com)
   

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved