Breaking News:

Komoditi Cabai Merah Jadi Faktor Tertinggi Deflasi di Medan, Berikut Penjelasannya

Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menyebut cabai menjadi penyumbang deflasi. Berikut penjelasan singkatnya

Penulis: Kartika Sari | Editor: Array A Argus
Tribun Medan/Septrina Ayu Simanjorang
Pedagang cabai merah di Pasar Petisah, Minggu (26/7/2020). Jelang Idul Adha 1441 Hijriah harga cabai di beberapa pasar tradisional di Kota Medan mulai mengalami kenaikan harga. 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut mencatat tiga kota IHK di Sumatera Utara tercatat deflasi dan dua kota lainnya mengalami inflasi. 

Adapun tiga kota yang mengalami deflasi, diantaranya Siantar 0,07 persen, Medan sebesar 0,10 persen, dan Gunung Sitoli sebesar 0,10 persen.

Sementara itu, Sibolga inflasi 0,05 persen dan Padangsidimpuan inflasi 0,23 persen. Dengan demikian, gabungan 5 kota IHK di Sumatera Utara pada Agustus 2021 deflasi 0,08 persen.

Untuk kota Medan yang mengalami deflasi sebesar 0,10 persen, terjadi Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 104,82 pada Juli 2021 menjadi 104,71 pada Agustus 2021.

"Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga dari empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,32 persen, kelompok transportasi sebesar 0,02 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,16 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,39 persen," ungkap Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sumut Dinar Butar-butar, Rabu (1/9/2021).

Di sisi lain, empat kelompok pengeluaran menunjukkan peningkatan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen, kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,24 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,04 persen. 

Tiga kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan, dan kelompok pendidikan.

Dikatakan Dinar, cabai merah di kota Medan memegang deflasi tertinggi di 5 Kota IHK sebesar 0,07 persen, disusul ayam ras, cabai rawit sebesar 0,03 persen.

Sementara itu, Inflasi tertinggi di 5 Kota IHK dipegang oleh Ikan Cakalang dari Sibolga sebesar 0,16 persen, diikuti minyak goreng sebesar 0,16 persen.(cr13/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved