Breaking News:

Mengenal Lapangan Bersejarah di Kota Balige, Digunakan Sebagai Tempat Pertunjukan Seni dan Budaya

Dan, dalam perjalanan waktu, lapangan ini digunakan sebagai tempat pencarian bakat kaum muda di bidang sepakbola.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Lapangan Sisingamangaraja Balige.  

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Sebuah lapangan bersejarah bagi Kota Balige ternyata sudah ada sejak zaman kolonial Belanda.

Lapangan tersebut bisa dikatakan sebagai ikon Kota Balige.

Sebab, lapangan tersebut bukan sebatas media pengembangan bakat sepakbola di Toba, namun lapangan tersebut digunakan sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya.

Baca juga: Lirik dan Chord Gitar Lagu Batak Rade Do Au Ciptaan Tia Lestari Sidabutar

"Kalau soal lapangan ini, ibu saya dulu sudah martumba (menari) di sana. Dan itu sudah lama, kalau soal kapan lapangan tersebut ada, sudah sangat lama lah," ujar boru Napitupulu (58) saat berbincang dengan tribun-medan.com pada Selasa (31/8/2021).

Zaman kolonial Belanda, lapangan ini juga digunakan sebagai wadah bertemu banyak orang.

Dan, dalam perjalanan waktu, lapangan ini digunakan sebagai tempat pencarian bakat kaum muda di bidang sepakbola.

Sekitar pertengahan era 1990-an, sebuah klub profesional muncul dengan kehadiran klub Harimau Tapanuli.

Terkait ini, seorang pemain Harimau Tapanuli Yogi Marisi Napitupulu seakan mengenang kembali perjalanan klub tersebut.

Harimau Tapanuli didirikan oleh Johny Pardede, putra  Dr T D Pardede. Klub professional ini berdiri pada tahun 1989 di Balige.

Lapangan Sisingamangaraja dan Lapangan Mini Soposurung adalah dua lapangan tempat Klub Hartap berlatih dan bertanding dengan sejumlah klub baik skala lokal, nasional, dan bahkan internasional.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved