Breaking News:

Pandemi Picu Pertambahan Jumlah Anak Yatim, Dinas PPPA Sumut Bersiap Adakan Konseling

Pandemi Covid-19 turut berdampak pada bertambahnya jumlah anak yatim di Sumatera Utara menurut Dinas PPA Sumut

Penulis: anisa rahmadani | Editor: Array A Argus
HO
ILUSTRASI-Sejumlah anak yatim tampak mengumbar senyum saat mengikuti proses pembelajaran di Sanggar Jenius, Medan belum lama ini. Sanggar Jenius merupakan sarana pendidikan yang dibangun PT JNE bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat Nasional 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Pandemi Covid-19 turut berdampak pada meningkatnya jumlah anak yatim di Sumatera Utara.

Tak sedikit anak kehilangan orang tuanya akibat wabah mematikan ini. 

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut, Nurlela, pihaknya sampai saat ini masih mendata lebih lanjut jumlah anak yatim di seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumut. 

"Jadi di Sumut itu ada 33 kabupaten dan kota, dimana dari 33 itu baru beberapa yang memberikan data," kata Nurlela, Rabu (1/9/2021).

Baca juga: Jadi Yatim Piatu Dalam Sehari, Bocah Ini Kenang Surat Terakhir Untuk Ortu: Ma, Pa Gimana Kabarnya?

Nurlela mengatakan, pihaknya belum bisa merinci lebih lanjut jumlah pastinya.

Namun, kata dia, sebagai langkah konkret Dinas PPPA Sumut dalam masalah pandemi ini, pihaknya berencana akan melakukan konseling bagi anak-anak yang ditinggal mati orang tuanya. 

"Ini kita lakukan karena dampak kehilangan orang tua itu sangat berat, terlebih meninggalnya dikarenakan Covid-19," kata Nurlela.

Ia mengatakan, untuk penyembuhan kejiwaan anak yang terganggu karena kehilangan orang tua, pihaknya tidak mau terburu-buru membawa anak-anak tersebut ke panti asuhan.

"Justru jangan diberikan ke panti asuhan, melainkan pengasuhan alternatif itu diberikan kepada saudara dekat," tuturnya.

Baca juga: Bocah 10 Tahun jadi Yatim Piatu Gegara Covid-19, Potret Pilu Sebatang Kara : Kenapa Ayah Ibu?

Untuk itu pihaknya akan mengedukasi para masyarakat agar anak-anak yang ditinggalkan orangtua karena Covid-19 untuk diberikan dukungan melalui orang terdekatnya terlebih dahulu.

"Kita sudah buatkan program itu. Dan akan segera kita lakukan setelah pengumpulan data jumlah anak-anak yang orangtuanya meninggal karena covid dari kabupaten atau kota sudah rampung," tuturnya.(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved