Breaking News:

Sudah Dua Minggu Beroperasi, Lokasi Isoter KM Bukit Raya Masih Sepi

Jumlah pasien yang sudah masuk dan isolasi di KM Bukit Raya masih di bawah 50 pasien.

TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
PETUGAS kesehatan melintas di samping Kapal Motor (KM) Bukit Raya yang digunakan sebagai tempat isolasi apung terpusat bagi pasien Covid-19 di Pelabuhan Bandar Deli Belawan, Medan, Sabtu (21/8/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak difungsikan sebagai tempat isolasi terpusat (isoter) untuk pasien Covid-19 di Kota Medan pada Jumat (20/8) lalu, jumlah pasien yang menjalani isolasi di Kapal Motor (KM) Bukit Raya di Pelabuhan Belawan, masih tergolong sepi.

Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, Mardohar Tambunan mengatakan jumlah pasien yang sudah masuk dan isolasi di KM Bukit Raya masih di bawah 50 pasien.

"Kalau pastinya saya harus lihat data lagi, tapi sejauh ini masih di bawah 50 (pasien)," ujar Mardohar, Rabu (1/9/2021).

Mardohar mengatakan, jumlah warga yang tersaring razia swab di tempat seperti restoran dan kafe, masih di bawah 20 orang yang dibawa ke isoter KM Bukit Raya.

"Kalau yang tersaring razia swab di tempat itu juga tidak banyak, sekitar 17 orang. Dan itu sebagian sudah keluar karena hasil PCR nya gratis," katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Medan itu mengaku isoter KM Bukit Raya memiliki jumlah potensi okupansi yang lebih sedikit dibanding dua lokasi isoter lainnya yakni eks Hotel Soechi dan Gedung P4TK.

"Karena memang masih sulit, enggak mudah meyakinkan masyarakat untuk isolasi di kapal. Masih ada masyarakat yang merasa terkungkung saat isolasi di kapal, padahal kan tidak begitu. Malah berdasarkan pengalaman di tempat lain, yang isolasi di kapal justru lebih cepat pemulihannya,” ujarnya.

Dikatakan Mardohar, di lokasi isoter KM Bukit Raya pasien yang akan masuk tidak  langsung melakukan isolasi melainkan harus diskrining terlebih dahulu.

Baca juga: Dua Hari Mendatang, Isoter Rusunawa IT Del Siap Dihuni Para Pasien Covid-19 Gejala Ringan

"Jadi ada prosesnya di luar kapal, yang seperti apa yang bisa naik ke kapal mana yang tidak bisa, tergantung hasil skrining kita," katanya.

Terpisah, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan lokasi Isoter diperuntukkan dari hasil testing dan tracint termasuk swab antigen di tempat.

"Yang hasilnya positif wajib dibawa ke isoter, ada KM Bukit Raya dan dua isoter kita lainnya," tuturnya.

Ia mengatakan target tracing dan testing dari Kementrian Kesehatan yang semula hanya 4.900 perhari kini naik menjadi 23.000 perhari. "Dalam melakukan tracing dan testing, jelas Bobby Nasution, 160 orang  petugas dari 41 Puskemas dan 39 Puskemas pembantu akan diturunkan sebagai tenaga analisis yang akan melakukan testing berupa swab antigen maupun PCR sehingga hasilnya lebih maksimal," katanya

Bobby mengatakan, untuk melakukan tracing, lanjutnya, akan melibatkan petugas dari kelurahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan serta dibantu petugas tracer dari Polrestabes Medan, Polres Pelabuhan Belawan dan Kodim 0201/BS.

Dikatakannya, ada 308 orang tracer yang bisa diturunkan. Dandim 0201/BS siap membantu 151 orang tracer dan Kapolres Pelabuhan Belawan siap menurunkan 53 orang tracer.

"Untuk kelengkapan petugas tracer, seperti APD dan alat testing akan disiapkan Pemko Medan. Sebab, kita mendapat kabar tidak sedikit petugas tracer yang bertumbangan saat menjalankan tugas," ujarnya.(cr14/tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved