Breaking News:

Wakil Bupati Deliserdang Tutup Bimtek Perangkat Daerah, Berikut Manfaat Acaranya

Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar didampingi Asisten II Pemkab Deliserdang, Putra Jaya Manalu

Editor: jefrisusetio
Istimewa
Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar Menggelar Rapat bersama Sejumlah OPD di Lingkungan Pemkab Deliserdang. Rapat Terkait Integritas ASN 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Wakil Bupati Deliserdang, Yusuf Siregar didampingi Asisten II Pemkab Deliserdang, Putra Jaya Manalu dan Kepala Inspektorat Deliserdang Edwin Nasution menghadiri Executive Meeting SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) Terintegrasi pada Perangkat Daerah. 

Dan, Penutupan Bimtek Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi di Aula Cendana Lantai-II Kantor Bupati Deliserdang. 

Turut hadir pada acara tersebut  Kepala BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan) Perwakilan Sumatera Utara Kwinhatmaka. 

Kemudian, Tim Rendal BPKP (Badan Pengawasan Keuangan Dan Pembangunan) Pusat, serta para Pimpinan OPD Kabupaten Deli Serdang dan Peserta Bimtek SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) Terintegrasi.

Wakil Bupati Deli Serdang HMA Yusuf Siregar menjelaskan bahwa, SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus. Sehingga diperoleh keyakinan yang memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien. 

Lalu, kendala pelaporan keuangan, pengamanan aset negara dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. 

“Tujuan tersebut tidak perlu dicapai secara khusus atau terpisah-pisah, dengan kata lain, Instansi Pemerintah harus merancang secara khusus pengendalian untuk mencapai satu tujuan. Suatu kebijakan atau prosedur dapat saja dikembangkan untuk dapat mencapai lebih dari satu tujuan pengendalian,”ucapnya.

Selesai mengikuti bimtek ini terjadi perubahan pola pikir para peserta berupa pola pikir SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah), yaitu kesadaran pentingnya membentuk lingkungan pengendalian yang baik dan pemetaan sekaligus analisis terhadap risiko.

Komitmen dan integritas menjadi syarat utama terlaksananya SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah) Terintegrasi. Tanpa kesungguhan itu, SPIP (Sistem Pengendalian Intern Pemerintah)  hanya tinggal sebatas sosialisasi dan bimbingan teknis saja.

Perlu dilakukan berbagai upaya, agar bisa ditegakkan, agar aman bagi Pimpinan dan bermanfaat bagi masyarakat. Implementasi dari bimtek SPIP terintegrasi, meliputi penerapan manajemen risiko Pemda, kapibilitas APIP dan indeks efektivitas pengendalian korupsi. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved