Breaking News:

Proyek Jalan Lingkar Luar Siantar 15 Tahun Tak Kunjung Selesai, Sudah Habiskan Rp 140 Miliar

Proyek jalan lingkar luar (outer ringroad) Kota Pematangsiantar yang tak kunjung selesai menjadi perhatian Komisi III DPRD Pematangsiantar.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIJA MAGRIBI
Komisi III DPRD bersama Dinas PUPR Pematangsiantar mengunjungi pengerjaan outer ringroad, Kamis (2/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Proyek jalan lingkar luar (outer ringroad) Kota Pematangsiantar yang tak kunjung selesai menjadi perhatian Komisi III DPRD Pematangsiantar.

Anggota DPRD dari Komisi III kemudian mengunjungi beberapa titik proyek outer ringroad yang dikerjakan dengan anggaran berjalan tersebut. Mereka juga melihat beberapa gorong-gorong jembatan yang ambruk pada tahun lalu.

Ketua Komisi III, Denny Siahaan mengatakan agar Pemko Pematangsiantar segera menuntaskan proyek outer ringroad yang selama ini dinanti-nantikan masyarakat.

"Kita sama-sama memperjuangkan anggaran untuk proyek pembangunan ringroad supaya bisa dimanfaatkan masyarakat. Kita melihat tadi ada gorong yang sudah rusak dan itu sudah masuk ke ranah hukum," kata Denny.

Menimpali Denny, anggota DPRD Nurlela Sikumbang berharap proyek yang dianggarkan Dinas PUPR Kota Pematangsiantar bisa selesai tepat waktu tanpa kekurangan apapun secara kualitas. 

Pengerjaan outer ringroad sendiri sudah berlangsung selama 15 tahun. Pemko Pematangsiantar menggunakan anggaran berjalan (per tahun) demi merampungkan proses pembangunan.

Lebih lanjut, Kepala Dinas PUPR Reinward Simanjuntak menyampaikan harapan untuk pembangunan outer ringroad harus realistis dengan kondisi Pandemi Covid-19.

"Kami mohon maaf dengan situasi saat ini sedikit mengurangi kelancaran proyek yang dimaksud. Sudah 15 tahun berjalan proyek outer ringroad," katanya seraya menyebut anggaran yang sudah dikeluarkan untuk pembangunan mencapai Rp 140 miliar.

Reinward menyebut, biaya pembangunan outer ringroad tak sedikit. Ia membayangkan, lebar jalan yang mesti diaspal saja mencapai 30 meter dengan panjang beberapa kilometer. Dibutuhkan ratusan miliar rupiah lagi untuk diselesaikan. 

"Uang sudah masuk Rp 140 miliar. Untuk aspal butuh sekitar Rp 100 miliar lagi. Anggaran saat ini sulit. Hanya untuk parit saja butuh Rp 2 miliar - Rp 3 miliar," kata Renward.

Dinas PUPR, kata Renward, berharap agar Pandemi Covid-19 usai, sehingga keuangan daerah memilih dan pada tahun 2024 outer ringroad rampung sebagai akess pendukung menuju destinasi wisata superprioritas Danau Toba. (alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved