Breaking News:

Warga Korban Banjir di Asahan Kesulitan Dapat Air Bersih, Mulai Diserang Penyakit Kulit

Warga Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, yang menjadi korban banjir kesulitan mendapatkan air bersih.

Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/ALIF AL QADRI HARAHAP
Warga menggunakan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari seperti mencuci baju dan mandi, Kamis(2/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Warga Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, yang menjadi korban banjir kesulitan mendapatkan air bersih.

Korban banjir, Juned, mengaku saat ini keluarganya yang tinggal di tenda yang ia bangun sangat membutuhkan air bersih.

"Kami disini sudah mulai merasakan sulitnya air bersih. Mandipun kami sudah sulit," ujarnya, Kamis (2/9/2021).

Selain air bersih, katanya, warga juga membutuhkan obat-obatan karena beberapa orang mulai terserang penyakit kulit.

"Obat juga kami butuhkan karena anak-anak kami sudah mulai terserang penyakit kutu air," katanya.

Ia juga mengaku saat ini stok kebutuhan sehari-hari sudah mulai menipis dan belum ada bantuan dari pemerintah yang turun. 

"Kalau bisa bantuan sembako-lah. Kami tidak bisa kerja, kami tidak bisa memanen buah, minimal bisa untuk kami menyambung hidup beberapa hari," katanya. 

Baca juga: Sungai Asahan Meluap, 205 Rumah di Desa Sei Dua Hulu Terendam Banjir

Kepala Lingkungan 15, Desa Sei Dua Hulu, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Ratimen mengaku saat ini bantuan dari pemerintah hanyalah tenda darurat. 

"Belum. Belum ada bantuan sembako dan air bersih di Desa kami," kata Ratimen.

Lanjutnya, saat ini bantuan hanya berupa tenda darurat saja yang diturunkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Asahan.

"Cuma tenda saja yang dibantu. Itupun belum memenuhi warga," katanya.

Lanjutnya, saat ini warga masih meminta pemerintah untuk membantu tenda agar bisa di tempati oleh warganya.

"Untuk lansia saja di kampung ini ada empat orang yang masih memilih menetap di rumahnya karena tidak memiliki tenda pribadi," katanya.

Sementara, dalam amatan tribun-medan.com, saat ini warga menggunakan air banjir untuk kebutuhan sehari-hari. Air yang bewarna merah dan mengeluarkan aroma sedikit bau dipergunakan untuk mandi dan mencuci baju. (cr2 / tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved