Breaking News:

Mantan Pejabat Perempuan Dinas Perkim Madina Dipenjarakan Jaksa di Rutan Tanjunggusta

Jaksa Kejati Sumut penjarakan mantan pejabat perempuan Dinas Perkim Mandailing Natal (Madina)

Penulis: Gita Nadia Putri br Tarigan | Editor: Array A Argus
HO
Terbukti mengorupsi pembangungan proyek objek wisata Tapian Siri-Siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Kabupaten Mandailing Natal (Madina), mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Madina Lianawaty Siregar (LS) dijebloskan ke Rutan Perempuan Kelas IIA Tanjunggusta Medan.(HO) 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN-Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menjebloskan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Perkim Mandailing Natal (Madina), Lianawaty Siregar (LS) ke penjara.

Lianawaty Siregar dimasukkan ke Rutan Perempuan Kelas IIA Tanjunggusta Medan setelah dirinya terbukti mengorupsi proyek pembangunan objek wisata Tapian Siri-Siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Kabupaten Madina.

Baca juga: Buronan Korupsi Pupuk Curah Melawan Intel Kejaksaan Tinggi Sumut saat Ditangkap

"Tim JPU (Jaksa Penuntut Umum) Kejati Sumut mengeksekusi terpidana dalam perkara tindak pidana korupsi Pembangunan 
Tapian Siri-siri Syariah di Komplek Perkantoran Payaloting Panyabungan Tahun Anggaran 2016,"

"Kami melakukan eksekusi terhadap terpidana LS selaku mantan PPK di Dinas Perkim Kabupaten Madina atas putusan MA Nomor: 1686 K/Pid.Sus/2021 tertanggal 21 Juni 2021," kata Pelaksana Tugas Kepala Seksi Penerangan Hukum (Plt Kasi Penkum) Kejatisu, PDE Pasaribu kepada tribunmedan.com, Jumat (3/9/2021).

Ia mengatakan, perempuan berusia 48 tahun itu sebelumnya sempat dipanggil untuk dieksekusi.

Namun, Lianawaty Siregar baru datang untuk melaksanakan putusan pada panggilan ketiga Kamis (2/9/2021) kemarin.

"Sebelum menjalani pidana badan, terpidana terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan dan swab antigen,” sebutnya.

Baca juga: Bah, Malu Kali, Kejari Tanjungbalai Kalah Prapid dari Tersangka Korupsi Jalan Lingkar

Sementara dua terpidana lain dalam perkara sama yakni Syahruddin (S) selaku mantan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Plt Kadis PUPR) Madina dan Nazaruddin Sitorus (NS) selaku mantan PPK juga telah dieksekusi oleh Kejari Madina ke Lapas Kelas IIB, Selasa (31/8/2021).

“Terpidana S divonis MA selama 4 tahun penjara dan NS selama 3 tahun penjara. Keduanya juga dihukum untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata Pasaribu.

Ketiga terpidana terbukti melanggar Pasal 3 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Baca juga: Jabiat Sagala Pecundangi Kejari Samosir di Kasus Korupsi Bansos Covid, Begini Reaksi Kejatisu

Sebelumnya, ketiga terpidana divonis bebas oleh Hakim Ketua, Mian Munthe dalam sidang di Pengadilan Tiikor Medan pada Selasa tanggal 28 April 2020 lalu. Mereka dinyatakan tidak terbukti melakukan korupsi.

Sebelumnya, JPU menuntut terdakwa Syahruddin selama 2 tahun penjara.

Sedangkan dua terdakwa lain dituntut masing-masing selama 1 tahun 6 bulan penjara. Ketiganya juga dituntut untuk membayar denda masing-masing sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.(cr21/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved