Breaking News:

Masih PPKM Level 3, Pemkab Toba Belum Tetapkan Jadwal Pembelajaran Tatap Muka

Dalam pembelajaran tatap muka nantinya, sekolah akan menggunakan Kurikulum Anti Corona yang memasukkan materi pembelajaran bahaya virus corona.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Toba Rikardo Hutajulu mengatakan, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di kabupaten itu akan diterapkan jika dua pekan ke depan status PPKM turun ke level 2. 

TRIBUN-MEDAN.com, TOBA – Pemkab Toba akan menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada pertengahan September 2021 jika jumlah kasus Covid-19 di kabupaten itu berkurang dan akhirnya daerah itu menjalankan PPKM level 2.

“Kalau lihat trennya sekarang, penurunan terus-menerus. Kita akan lakukan PTM pada pertengahan bulan September ini,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan Toba Rikardo Hutajulu, Jumat (3/9/2021).

Menurutnya, dalam pembelajaran tatap muka nantinya, sekolah akan menggunakan Kurikulum Anti Corona yang memasukkan materi pembelajaran bahaya virus corona.

“Sesuai dengan Instruksi Gubernur dan SKB 4 Menteri, ya tentu 50 persen akan kita masukkan. Untuk jam belajar, ini sudah kita susun dalam suatu kurikulum. Dan kita tidak memakai kurikulum normal. Sudah kita susun di Kabupaten Toba ini sebuah kurikulum dengan nama Kurikulum Anti Corona,” sambungnya. 

Kurikulum ini diharapkan dapat menjadikan para pelajar sebagai "Satgas" di tengah-tengah masyarakat, yang dimulai dari tengah keluarga.

“Kami merasa bahwa masyarakat belum tahu persis bahaya corona ini. Melalui kurikulum ini, kita akan melatih anak-anak sebagai Satgas di tengah masyarakat. Dan hal ini tentu akan membantu pemerintah dalam menanggulangi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Toba,” lanjutnya.

Menurutnya, perhatian pada penerapan protokol kesehatan telah dilakukan sejak Juni lalu.

Sebagai syarat pemberlakuan PTM di sekolah, ia juga berharap setiap guru harus divaksin lengkap, dosis pertama dan kedua.

“Kalau soal prokes di sekolah, saya yakin sudah 80 persen. Dan, ada juga sesuai dengan SKB 4 Menteri bahwa guru harus divaksin. Guru di Kabupaten Toba tinggal 15 persen yang belum divaksin,” terangnya.

“Kami sudah koordinasi dengan Kadis Kesehatan. Pada hari Sabtu ini, kita akan mengkhususkan vaksinasi bagi guru dengan adanya tempat yang dikhususkan,” pungkasnya. (cr3/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved