Breaking News:

Peternakan Buaya Namorambe Tutup Parit, Penduduk Komplek Jakarta Tinggalkan Rumah Karena Kebanjiran

Warga Komplek Jakarta kebanjiran akibat peternakan buaya di Namorambe tutup parit saluran air

Penulis: Arjuna Bakkara | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA
Seorang warga melintas dari rumah yang telah ditinggal pemiliknya setelah banjir di Gang Muhajirin I Komplek Jakarta, Namorambe Jumat (3/9/2021).(TRIBUN MEDAN/ARJUNA BAKKARA) 

TRIBUN-MEDAN.COM,NAMORAMBE-Warga komplek Jawa Karo Tapanuli (Jakarta) di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang meradang.

Pasalnya, permukiman warga tergenang banjir akibat parit yang berfungsi sebagai saluran air ditutup oleh pengelola peternakan buaya Namorambe

Menurut warga, baru kali ini mereka kebanjiran. 

Baca juga: Pedagang Bakso Ini Mendadak Viral Gegara Disebut Mirip Aktor Korea,Dagangannya Sampai Banjir Orderan

"Dulu kami enggak pernah banjir di sini. Sekarang ada perumahan dan saluran air ditutup, dan pihak peternakan buaya di sini pun menutup saluran air. Jadi banjir sampai terdampak ke atas," kata Iknasius Sinuhaji, Jumat (3/9/2021).

Iknasius mengatakan, sedikitnya ada 150 warga yang keberatan dengan ulah penutupan parit peternakan buaya Namorambe

Warga juga mengkritisi keberadaan perumahan Graha Indah Jaya yang dianggap mempersempit dan menutup akses air. 

"Tiga bulan belakangan ini kami merasakan banjir setiap hujan turun. Ini membuat warga resah," ungkapnya. 

Mereka berharap, saluran air itu bisa dibuka kembali. 

Baca juga: Empat Orang Lansia Terjebak Banjir di Desa Sei Dua Hulu

"Kami berharap pihak penangkaran buaya dan pihak deplover membuka kembali saluran drainase ini, agar wilayah kami tidak banjir," tambah Iknasius. 

Penduduk lainnya, Siti Mustika mengatakan air mengalir dari sebelah pabrik cangkir.

Penutupan aliran air dari pabrik cangkir meluap dan tak bisa mengalir karena tersumbat di perumahan dan peternakan buaya yang sama-sama menutup saluran air.

Baca juga: Warga Korban Banjir di Asahan Kesulitan Dapat Air Bersih, Mulai Diserang Penyakit Kulit

Kata Siti, setiap hujan mereka kerap mengalami kebanjiran hingga merusak perabot rumah.

Siti bercerita, akibat banjir tersebut sejumlah tetangga lebih memilih meninggalkan rumah.

Bukan cuma itu saja, gegara banjir, permukiman warga sekarang ini banyak nyamuk dan berpotensi memicu penularan malaria.(jun/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved