Breaking News:

PLN UP3 Kota Binjai Gandek Jaksa Tertibkan Aset yang Belum Tersertifikasi

PLN UP3 Kota Binjai gandek kejaksaan untuk menertibkan seluruh aset yang belum tersertifikasi

Penulis: Satia | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/SATIA
Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Kota Binjai tekan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau MoU dengan Kejaksaan Negeri, di Aula Punokawan, Jalan Gatot Subroto, Jumat (3/9/2021). (TRIBUN-MEDAN/SATIA) 

TRIBUN MEDAN.COM,BINJAI-Perusahaan Listrik Negara (PLN) UP3 Kota Binjai tekan penandatanganan nota kesepahaman bersama atau MoU dengan Kejaksaan Negeri Binjai, di Aula Punokawan, Jalan Gatot Subroto, Jumat (3/9/2021). 

Kesepahaman bersama ini dilakukan, sebagai sosialisasi tentang penanganan masalah hukum perdata dan tata usaha negara. 

Dimana nantinya PLN akan berkoordinasi dengan Kejari Binjai untuk dapat menertibkan aset-aset yang belum tersertifikasi, seperti lahan Gardu Pembangkit Listrik. 

Baca juga: Peserta CPNS Kota Binjai Akan Laksanakan Ujian SKD di Perguruan Al-Azhar Medan

Manager UP3 PLN Kota Binjai, Ariadi Wisnu Sukender mengatakan, kesepahaman bersama ini adalah bentuk tindak lanjut yang dilakukan di Pemerintah Pusat.

"Jadi kami lakukan MoU ini sebagaimana bentuk tindak lanjut dari PLN Pusat dengan Kejagung dan PLN Sumut dengan Kejati Sumut," ucapnya.

Di mana, kata dia tujuannya untuk dapat mensertifikasi aset-aset yang masih tumpang tindih secara administratif kepemilikannya.

"Jadi masih adanya aset berupa Gardu PLN yang berada di atas tanah Pemko Binjai atau PTPN," katanya.

Baca juga: Pedagang di Kota Binjai Sampaikan Tiga Tuntutan Ini Terkait Pajak Restoran

Dengan adanya bantuan hukum dari Kejaksaan, kata dia PLN bermohon kepada pemerintah untuk dapat pelepasan aset. 

"Karena itu, makanya kami sosialisasi dengan Kejari Binjai untuk dapat membantu kami," ungkapnya. 

Untuk saat ini, Ariadi mengatakan, ada dua aset PLN yang berada di atas tanah Pemko Binjai dan PTPN. Untuk itu, agar ke depan permasalahan aset yang dimiliki PLN harus tersertifikasi. 

"Dari lima aset yang kita punya, tiga sudah tersertifikasi dan dua lagi sedang dalam permohonan," ungkapnya. 

PLN Kota Binjai juga menargetkan, seluruh aset yang dimiliki dapat tersertifikasi dan tercatat dalam pembukuan. 

Baca juga: Tugu Perjuangan 45 Kota Binjai, Saksi Sejarah Perlawanan ke Penjajah

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Binjai, Husein Admaja akan membantu PLN mendapatkan bantuan hukum, guna menyelesaikan permasalahan aset yang belum tersertifikasi. 

"Kami dari Kejaksaan akan bekerjasama dengan PLN untuk dapat mempercepat sertifikasi aset yang belum terselesaikan," ungkapnya. 

Ke depan, Husein berharap seluruh aset-aset yang dimiliki, baik itu Pemko Binjai, PLN dan lainnya dapat tersertifikasi sehingga tercatat dengan rapi pada pembukuan. (wen/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved