Breaking News:

Sebanyak 494 Anak dan Balita di Sumut Kehilangan Orang Tua karena Covid-19

Pemprov Sumut bekerja sama dengan perusahaan ojek online memberikan bantuan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua itu.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat memberikan keterangan soal PPKM Level 4, Selasa (24/8/2021).(TRIBUN MEDAN/MUSTAQIM INDRA JAYA) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sebanyak 494 anak dan balita di Sumatera Utara kehilangan orang tua karena Covid-19 menurut Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumut .

Jumlah itu kemungkinan masih akan terus bertambah mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir.

"Tercatat ada 494 anak dan balita,  dan kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah," kata Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Jumat (3/8/2021).

Untuk itu, Pemprov Sumut bekerja sama dengan perusahaan ojek online memberikan bantuan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua itu.

Edy mengatakan, bantuan yang diberikan adalah alat-alat sekolah dan paket sembako. Pemprov Sumut, katanya, akan berupaya membantu dan meringankan beban anak-anak tersebut. 

"Tidak boleh kita diamkan anak-anak kita ini karena nyatanya tidak sedikit yang kehilangan orang tua. Saya juga berterima kasih kepada perusahaan ojek online yang mau bekerja sama dan saya harap perusahaan ojek online juga ikut melakukan pendataan karena langsung mengantar paket bantuan ini ke yang bersangkutan, jangan sampai bantuan ini salah sasaran," jelas Edy.

Kepala Dinas PPPA Sumut Nurlela menyebutkan, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan Peduli Kamu dengan target pemberian bantuan untuk 33 kabupaten/kota se-Sumut. 

Untuk Kota Medan, Dinas PPPA Sumut mencatat hingga kini ada 50 anak yang menjadi yatim akibat orang tuanya terpapar Covid-19.

Meski demikian, Dinas PPPA Sumut akan terus melakukan pendataan sembari menyalurkan bantuan kepada anak-anak yang kehilangan orang tuanya dampak Covid-19.

"Hari ini (Jumat) kita lakukan khusus untuk Kota Medan, kita akan lanjutkan ke kabupaten/kota lainnya. Kita akan terus mendata anak-anak kita yang yatim karena Covid-19. Mudah-mudahan ke depannya kita bisa lebih meningkatkan bantuan yang kita berikan," sebut Nurlela. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved