Breaking News:

Siti Nurhaliza, Bayi 2 Bulan Penderita Hidrosefalus Akan Segera Dirujuk ke Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan Sergai, dr Bulan Simanungkalit, dan Katua DPRD Sergai, dr M Riski Ramadhan Hasibuan, sudah berkomunikasi kepada orangtua Siti

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN / Muhammad Anil Rasyid
Siti Nurhaliza, warga Dusun II, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Serdangbedagai, Sumatera Utara, digendong ibunya Nurhayati serta didampingi ayahnya Sofian, Jumat (3/9/2021). 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Siti Nurhaliza anak berusia dua bulan warga Dusun II, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Sumatera Utara, yang menderita penyakit Hidrosefalus, mendapat sejumlah perhatian dari pejabat Pemerintah Kabupaten Serdangbedagai (Sergai).

Diketahui, Kepala Dinas Kesehatan Sergai, dr Bulan Simanungkalit, dan Katua DPRD Sergai, dr M Riski Ramadhan Hasibuan, sudah berkomunikasi kepada orangtua Siti Nurhaliza untuk membantu penyembuhan anaknya. 

"Alhamdulillah saya sudah bisa berkomunikasi dengan pihak orangtua anak tersebut untuk mengetahui permasalahan yang terjadi, ternyata anak tersebut mengidap Hidrosefalus," ujar dr Riski via Whatsapp kepada wartawan www.tribun-medan.com, Jumat (3/9/2021).

Lanjut dr Riski, ia juga sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Serdangbedagai, dengan hasil anak tersebut akan dirujuk segera serta di tangani dengan cepat.

Baca juga: Preman Bikin Resah Sopir di Perbatasan, Polda Sumut Lakukan Peningkatan Patroli Jalanan

"Ini saya masih komunikasi, tetapi kata Kadis Kesehatan, dr Bulan Simanungkalit, besok, Sabtu (4/9/2021) segera diupayakan untuk dirujuk ke rumah sakit," ujar dr Riski. 

Sebelumnya, ibu Siti Nurhayati mengatakan, saat ini ada kendala mengenai BPJS anaknya. Karena saat ini, anaknya belum terdaftar BPJS kesehatan.

"Saya juga berkomunikasi dengan kadis Dinas Sosial, Sergai, terkait dengan BPJSnya akan di bantu kepengurusan untuk terlebih dahulu dimasukan ke Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), lalu akan diupayakan BPJS yang ditanggung oleh pemerintah daerah," ujar dr Riski.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, dr Bulan Simanungkalit, saat di kirim pesan singkat Whatsapp dan di telfon melalui sambungan seluler belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.  

Diberitakan sebelumnya, penyakit Hidrosefalus yang dialami Siti Nurhaliza muncul saat 36 hari setelah Siti dilahirkan.

Hal ini disampaikan oleh ibu Siti yang bernama Nurhayati (37) saat wartawan www.tribun-medan.com saat menyambangi kediamannya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved