Breaking News:

Siti Nurhaliza Idap Hidrosefalus, Kadis Kesehatan dan Ketua DPRD Sergai Janji Bantu Perawatan

Siti Nurhaliza, bayi berusia dua bulan warga Dusun II, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebingtinggi membutuhkan pertolongan karena mengalami hidrosefalus

Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Liston Damanik
TRIBUN MEDAN/MUHAMMAD ANIL RASYID
Nurhayati menggendong bayinya, Siti Nurhaliza, di rumah mereka di Dusun II, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebing Tinggi, Serdangbedagai, Jumat (3/9/2021). Ia dan suaminya, Sofian, berharap Siti yang mengalami hidrosfalus segera mendapat penanganan medis. 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Siti Nurhaliza, bayi berusia dua bulan warga Dusun II, Desa Paya Lombang, Kecamatan Tebingtinggi, Serdangbedagai, Sumatera Utara membutuhkan pertolongan karena mengalami hidrosefalus. 

Hidrosefalus ialah kondisi menumpuknya cairan di dalam rongga jauh di dalam otak. Kelebihan cairan menekan otak dan dapat menyebabkan kerusakan otak. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan orang berusia lanjut.

Nurhayati, ibu Siti, mengatakan bayinya mulai sakit saat berusia 36 hari.

"Anak saya menderita penyakit hidrosefalus. Sekitar 36 hari setelah lahiran, anak saya ini demam tinggi, buang air besar, dan muntah. Muntah setiap minum susu," ujar Nurhayati, Jumat (3/9/2021). 

Siti juga kerap kejang-kejang setelah demam tinggi yang awalnya terjadi setiap empat hari. Belakangan demam panas semakin sering dan kini terjadi hampr setiap hari.

"Ini anak kedua saya. Sementara anak saya dibantu dengan obat herbal. Jadi kalau anak saya ini kejang, saya kasih obat herbal itu. Saya usapkan di kepalanya," ujar Nurhayati.

Kepala Dinas Kesehatan Serdangbedagai, dr Bulan Simanungkalit dan Ketua DPRD Serdangbedagai dr M Riski Ramadhan Hasibuan telah menguhubungi orang tua Siti untuk menawarkan bantuan.

"Harapan saya, semoga anak segera pulih seperti anak-anak yang normal lainnya," ujar Nurhayati. 

Nurhayati bercerita, saat mengandung Siti, ia kerap sesak hingga usia kandungan sembilan bulan. 

"Sesaknya itu sering. Saya kan berjualan. Capek sedikit, sesak. Saat itu saya enggak periksakan ke dokter yang sakit sesak saya ini. Cuma saya USG saja. Hasil USG saat itu, posisi bayi kepala di atas dan posisi kaki di bawah sampai proses lahiran," ujar Nurhayati.

Ia menyadari betuk dan ukuran kepala Siti Nurhaliza mulai berubah saat keluarga besarnya membuat kenduri untuk selamatan kelahiran anaknya ini.

"Saya lihat saat itu, kok tiba-tiba bentuk kepalanya berubah. Cuma enggak langsung besar. Saya langsung teringat dengan berita yang di TV itu. Kok sepertinya sama dengan yang di TV itu," ujar Nurhayati.

Saat demam tinggi, Siti Nurhaliza tidak rewel seperti anak pada umumnya.

"Ini enggak rewel. Cuma anak saya ini harus dalam pelukan terus, seolah-olah enggak mau di lepas. Sampai saya tidur pun harus digendong. Alhamdulillah belakangan ini, kalau diletakkan sudah mau," ujar Nurhayati.

"Saya berharap anak saya ini cepat sembuh. Sejauh ini masih pengobatan herbal saja. Belum ada ke rumah sakit. Karena saat ini masih dalam pegurusan BPJS Kesehatan," tutup Sofian. (cr23/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved