Breaking News:

Bangun Pipa Sistem Penyediaan Air Minum, Pemprov Sumut Anggarkan Rp 202,5 Miliar

Mulai tahun 2021 hingga 2022 mendatang, Pemprov mengalokasikan dana pembangunannya sebesar Rp 202,5 miliar.

Penulis: Mustaqim Indra Jaya | Editor: Liston Damanik
Shutterstock
Ilustrasi air bersih. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Demi mencapai target pemenuhan kebutuhan air minum 11.000 liter per detik (l/d), Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menambah jaringan perpipaan distribusi utama dan reservoir offtake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mebidang.

Mulai tahun 2021 hingga 2022 mendatang, Pemprov mengalokasikan dana pembangunannya sebesar Rp 202,5 miliar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumut, Muhammad Hadlun mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengadakan tender paket proyek pembangunan jaringan perpipaan distribusi utama dan reservoir offtake SPAM Regional Mebidang.

"Sedang ditenderkan oleh Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sumut. Prosesnya di sana, kita tidak ikut campur soalnya. Sedang menunggu ini, siapa nantinya yang menggarap proyek itu," ujar Hadlun, Sabtu (4/9/2021).

Pembangunan jaringan perpipaan distribusi utama dan reservoir offtake SPAM Regional Mebidang yang berlokasi di Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang ditargetkan selesai tahun 2022. 

Sedangkan, pembangunan intake dan jaringan air baku dan lainnya, telah dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR. 

Proyek tersebut diketahui telah selesai dikerjakan pada 2019 lalu.

Di tahun 2021, juga sudah dimulai pembangunan Instalasi Pengelolaan Air (IPA) berkapasitas 1.100 liter per detik (l/d) dan pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU) oleh Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR bernilai hampir Rp 700 miliar. Pekerjaan tersebut ditargetkan rampung pada tahun 2022 mendatang.

Untuk diketahui, SPAM Regional Mebidang yang memanfaatkan air Sungai Bingei di Binjai Selatan, memiliki kapasitas 1.100 l/d, yang akan didistribusikan untuk masyarakat Medan, Binjai dan Deliserdang. 

Tak hanya itu, dari sungai tersebut masih bisa lagi didapatkan 1.100 l/d produksi air. Nantinya pengelolaan SPAM Regional Mebidang akan diserahkan ke PDAM Tirtanadi Sumut.

Sebelumnya, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi mengatakan, bahwa pembangunan SPAM Regional Mebidang akan membantu memenuhi kebutuhan air di tiga kabupaten/kota.

Saat ini PDAM Tirtanadi Sumut baru bisa memenuhi kebutuhan air sebesar 7.200 l/d atau butuh 3.800 l/d lagi untuk memenuhi target kebutuhan air minum 11.000 l/d.

"Untuk itu perlu percepatan-percepatan. Rakyat butuh air, segera percepat itu untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, segera kejar 11.000 liter/detik," kata Edy beberapa waktu lalu. (ind/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved