Breaking News:

Kabupaten Samosir Akan Ujicoba Sekolah Tatap Muka di Beberapa Sekolah

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir berencana menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Senin (5/9/2021)

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit
ilustrasi/ist/tribun jabar
Ilustrasi Sekolah Tatap Muka 

TRIBUN-MEDAN.com, SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir berencana menyelenggarakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Senin (5/9/2021) di beberapa sekolah yang telah memenuhi teknis.

Terkait rencana tersebut, Kadis Kominfo Kabupaten Samosir Rohani Bakkara memberikan keterangan.

“Menurut rencana, Senin (5/9/2021), Satgas mengujicoba Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PPMT) di beberapa sekolah yang telah memenuhi persyaratan teknis. Secara mendasar, para Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) telah menerima vaksin demikian juga para peserta didik,” ujar Rohani Bakkara saat dikonfrimasi tribun-medan.com pada Sabtu (3/9/2021).

“Dengan dasar ini dan instrumen-instrumen kelengkapan lainnya, Satgas berharap pelaksanaan PPMT ini berjalan dengan baik dan tidak terjadi transmisi dalam kegiatan sehari-hari,” sambungnya. 

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap setia menjalankan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

“Mari tetap laksanakan PPKM Level 3 hingga 6 September sambil mengambil tindakan pelonggaran-pelonggaran yang terkendali selama pandemi ini dengan harapan pembaikan-pembaikan keadaan dapat terjadi dengan kehati-hatian yang terus menerus,” terangnya.

“Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Samosir tetap mengajak seluruh masyarakat Samosir agar tetap fokus pada hal-hal upaya pencegahan, pengendalian, dan penanganan Covid-19 dan mempedomani Instruksi Bupati (Inbup) Samosir Nomor 6 Tahun 2021,” sambungnya. 

Ia berharap sesegera mungkin angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Samosir mengalami penurunan disertai dengan peningkatan angka kesembuhan secara signifikan.

“Target capaian dalam penanganan Covid-19 adalah penurunan ke level 2 disertai pengendalian yang hati-hati. Pencapaian ini pastilah berdasarkan pada akumulasi penurunan angka kasus harian yang disertai angka kesembuhan tinggi,” terangnya. 

“Harga yang harus kita bayar adalah pelaksanaan protokol kesehatan secara ketat dan konsisten, penundaan pelaksanaan adat istiadat atau pesta pernikahan, mematuhi aturan pembatasan pada rumah makan, transportasi, dan tempat-tempat kerumunan lainnya; penjagaan pintu-pintu masuk, dan pemastian aturan-aturan bagi pelaku perjalanan mengikuti prosedur dan syarat yang telah dikeluarkan,” sambungnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved