Breaking News:

Rayakan Ulambana, 7 Vihara Mahayana KBI di Kota Medan Gelar Upacara secara Virtual

Memasuki penanggalan bulan 7 lunar, umat Buddhis Mahayana di seluruh dunia merayakan Ulambana,

Editor: Ismail
HO
Sangha Agung Indonesia (SAGIN) menggelar Upacara Ulambana dan Sanghadana di Karibia Boutique Hotel, Medan secara virtual. 

TRIBUNMEDAN.ID, MEDAN - Memasuki penanggalan bulan 7 lunar, umat Buddhis Mahayana di seluruh dunia merayakan Ulambana, karena Sang Buddha telah menerapkan salah satu peraturan dalam menjalankan Kebhikkhuan yaitu menjalani Vassa.

Pada masa Vassa yang dimulai dari bulan 4 tanggal 15 hingga bulan 7 tanggal 15 kalendar lunar, para Bhikkhu menetap di suatu tempat untuk melatih diri, dan pada hari berakhirnya masa Vassa inilah yang dikenal dengan Hari Ulambana atau hari Pavarana juga disebut , hari kebahagiaan
Para Buddha, karena setelah 3 bulan melatih diri, banyaknya siswa Sang Buddha berhasil memotong kilesa (akar kejahatan) dan mencapai tingkat kesucian, dan di hari Ulambana juga, semua Sangha diberikan kesempatan untuk berkumpul dan mengingatkan satu sama lain pelanggaran-
pelanggaran yang telah dilakukan dengan tujuan mengintropeksi diri atas pelanggaran yang terjadi.

Sangha Agung Indonesia (SAGIN) menggelar Upacara Ulambana dan Sanghadana di Karibia Boutique Hotel, Medan secara virtual.
Sangha Agung Indonesia (SAGIN) menggelar Upacara Ulambana dan Sanghadana di Karibia Boutique Hotel, Medan secara virtual. (Ho)

Ulambana diartikan sebagai penyaluran jasa bagi mereka yang terlahir di alam setan kelaparan, yang kemudian disebut juga sebagai hari Bakti.

Bakti kepada orangtua ini dilatarbelakangi oleh kejadian dimana salah seorang murid Sang Buddha, Y.A. Maha Monggalana ingin menolong ibunya yang terlahir di alam setan kelaparan.

Dikarenakan karma buruk yang dilakukan oleh ibunda Bhikkhu Monggalana terlalu berat sehingga dengan mengandalkan kesaktiannya sendiri tidak mampu membebaskan ibundanya dari alam setan kelaparan. Y.A Bhikkhu Maha Monggalana pun meminta petunjuk dari Sang Buddha.

Melihat karma buruk ibundanya yang terlalu berat, Sang Buddha pun mengatakan bahwa dibutuhkan kekuatan dari sepuluh penjuru Maha Bhikkhu untuk melimpahkan jasa
barulah bisa membebaskan ibunda Maha Bhikkhu Monggalana dari alam sengsara (setan kelaparan).

Tepat pada hari Vassa terakhir, dimana banyak anggota Sangha yang mencapai tingkat kesucian pun berkumpul dan
menerima dana paramita dari Bhikkhu Maha Monggalana, jasa dana ini ditambah lagi dengan pembacaan mantra doa dari para anggota Sangha akhirnya mampu membawa ibunda Maha Bhikkhu Monggalana ke alam
yang lebih baik.

Sangha Agung Indonesia (SAGIN) menggelar Upacara Ulambana dan Sanghadana di Karibia Boutique Hotel, Medan secara virtual.
Sangha Agung Indonesia (SAGIN) menggelar Upacara Ulambana dan Sanghadana di Karibia Boutique Hotel, Medan secara virtual. (HO)

Untuk itulah, pada hari Minggu, 29 Agustus 2021, 7 (Tujuh) Vihara Mahayana KBI ( Keluarga Buddhayana Indonesia ) di kota Medan yaitu Vihara Ratana Stupa Agung, Mettayana Buddhist Center, Mahapajapati
Buddhist Center, Vihara Citta Kusala Kshanti, Vihara Metta Jaya, Vihara Buddha Sampali, Mitra Buddhist Center berkolaborasi bersama yang dihadiri oleh 16 (enam belas) Anggota Sangha, YM. Bhiksu Nyanaprathama
Mahastavira, YM. Bhiksu Bhadrasagara Sthavira, YM. Bhiksu Bhadraprawira, YM. Bhiksuni Bhadrasudhiyanti Sthavira, YM. Bhiksuni Bhadramulani Sthavira, YM. Bhiksuni Uddha Virya Sthavira, Y.M Bhiksuni
Bhadracitta Sthavira, YM. Bhiksuni Purvamanggala Sthavira, Y.M Bhiksuni
Bhadrapathana Sthavira, YM. Bhiksuni Satyabodhi, YM. Bhiksuni Meghaparvatha, YL. Satyapramudita, YL. Satyasuddharsana, YL. Satyasrigarbha, YL. Satyasaddharma & YL. Silvia, yang tergabung dalam Sangha Agung Indonesia ( SAGIN ) menggelar Upacara Ulambana dan Sanghadana di Karibia Boutique Hotel, Medan.

Dimana mengingat kondisi pandemi Covid 19 saat ini yang belum stabil maka acara Ulambana dan Sanghadana dilaksanakan secara Virtual Live Streaming, yang disiarkan langsung melalui kanal Youtube: SASANABHADRA.

Dimana peserta acara ulamabana & sanghadana secara simbolis dihadiri oleh 5 orang pengurus vihara dari masing masing vihara.

Disamping itu kegiatan ini telah memenuhi standar protokol kesehatan yang di tetapkan pemerintah setempat.

Jadi perayaan Ulambana ini sesungguhnya adalah memberikan kesempatan bagi kita untuk berbakti, menanam kebajikan seluas-luasnya, dengan kekuatan Buddha, Dharma dan Sangha, semua kebajikan ini
dilimpahkan kepada leluhur, orang tua, keluarga dan semua mahluk terlepas dari alam penderitaan, pemikiran bahwa bulan 7 yang sering dianggap adalah bulan hantu adalah pemikiran yang kurang tepat.

Konsep Ulambana harus dipegang erat agar tidak terjadi penyimpangan dalam
memperingati Ulambana.

Disamping itu Acara Ulambana dan Sanghadana Bersama 2021 ini juga
diisi persembahan vokal oleh Elita Juvania, Buddhist Idol 2019 & Johan, Buddhist Idol 2021.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved